The Fourth Kind

Posted: December 20, 2009 in Reviews and Spoillers

Gwe udah lama banget nungguin film ini main di blitz PVJ.  Berhubung waktu inafff gk diputer di Bandung, terpaksa harus nungguin deh…

Karena itu, begitu tau udah diputer, gwe n beberapa anak kosan gwe memutuskan untuk ntn walopun masih midnite.  Ditengah orang2 ngantri Avatar dan Sang Pemimpi,gwe ke blitz tengah malam (bener2 sampe jam12 di PVJ) untuk ntn The Fourth Kind.

Film ini menceritakan suatu case study yang pernah dilakukan (katanya).  Dmana suatu kota di Alaska mengalami kejadian misterius dimana banyak orang yang dilaporkan menghilang secara misterius.  Orang2 tersebut hilang dengan pola yang sama, sama2 mengalami hal aneh yang menyebabkan mereka gk bisa tidur.  Karena itu lah mereka menceritakan masalah mereka ke Dr. Abbey yang menyelidiki masalah ini…untuk selebihnya mungkin bisa dilihati di trailer ini kali ya..

Gwe suka sama ni film, mungkin karena didasari real case studies, bisa dibilang, fact-based. well, percaya gk percaya, toh Mila Jovovich yang memerankan tokoh Dr. Abigail Tyler udah bilang dari awal, ” What you decide is up to you”.  Gwe sih slesai ntn juga masih antara percaya gk percaya apa bener hilangnya orang2 di Nome, Alaska itu benar atau tidak, karena begitu gwe googling, g ada situs resmi yang membahas tentang fenomena tersebut.  Yang ada situs2 yang membahas sedikit ttg fenomena itu karena adanya film ini.  Tapi, gmana kalo kita bahas filmnya aja?

Mila Jovovich emang gk terlalu bisa akting kayaknya.  Bisa, tp gk hebat.  Karena memang aktingnya biasa2 aja.  Malah bagusan orang2 yang memerankan pasien2 Dr. Abbey saat mereka di bawah alam sadar pegaruh hipnotis Dr. Abbey.

Film ini memasukkan courtesy dan archive berupa rekaman suara dan gambar yang (katanya) asli dari apa yang pernah dilakukan Dr.Abbey dan temannya.  Jadi ada orang2 yang berakting, lalu layar dibagi 2 untuk memperlihatkan rekaman2 gambar yang sesuai dengan adegan yang difilmkan.  Adegan dan dialog bener2 disesuaikan dengan archive itu tadi.  Bagian yang memperlihatkan archive itu lah yang menurut gwe daya tarik film ini.  Tapi sayang, secara sinematografi, gwe sangat terganggu dengan cara pengambilan gambar. Gwe gk ngerti mksdnya apa, knapa juga harus digoyang-goyangin di adegan apapun?mksdnya dokumenter?gk juga, itu adegan sehari2 biasa orang lagi ngebahas pekerjaan.  toh, di film ini, dokumentasi dilakukan dengan kamera yang menggunakan tripod, jadi gk akan goyang2…terlalu lebay kayaknya.

Yang menarik adalah bagian credit di akhir cerita. yang biasanya diisi dengan score untuk mengiri credit nama2 crew, tp di film ini score diganti dengan rekaman orang2 yang menelepon melaporkan kalo mereka melihat UFO, alien dan sebangsanya.  Hal ini menyebabkan (anjir bahasa gwe udah kaya bikin TA aje) para penonton di bioskop bner2 tidak beranjak untuk ntn  credit sampe habis.  Hal yang jarang terjadi di film apapun.  Gwe juga bingung knapa ni orang gk sadar ya?hahaha…

yaaa…ditunjang archive yang menarik perhatian dan intens, akting kurang bagus, sinematografi kurang oke, credit yang kreatif…i give this movie 6.5/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s