Laskar Pelangi – Sang Pemimpi (Novel)

Posted: December 28, 2009 in Reviews and Spoillers
Tags: , ,

Baru sempat baca novelnya liburan natal n tahun baru ini, karena entah mengapa hobi membaca novel gwe seakan tenggelam oleh aliran-aliran motion picture.

Gwe akan memulai dengan laskar pelangi.  Gwe melakukan kesalahan yang besar saat membaca novel pertama dari Andrea Hirata ini.  Gwe membiarkan imajinasi gwe terikat dengan film yang sebelumnya sudah gwe tonton duluan sehingga saat membaca novel ini, yang gwe rasakan adalah perasaan terbelengu. Tidak bebas berkelana ke tanah Belitong sana, tidak bebas bermainan dengan anak-anak Melayu Pedalaman yang menamakan mereka Laskar Pelangi.

Laskar Pelangi, seperti yang sudah kita ketahui, menceritakan bagaimana Ikal (Andrea Hirata) sewaktu SD-SMP.  Bagaimana ia menjalankan kehidupan anak-anaknya meraih cita-cita, penuh petualangan, penuh kenakalan dan canda tawa meskipun ia hanyalah seorang anak dari buruh dari pabrik timah yang miskin.

Dalam buku ini diceritakan bagaimana Ikal (panggilan Andrea Hirata sendiri semasa kecilnya) dan teman-temannya belajar di SD Muhamaddiyah.  Tempat pertama mereka menggantungkan cita-cita dan mempelajari ilmu untuk meraih cita-cita tersebut.  Diceritakan bagaimana jeniusnya seorang Lintang.  Ilmu-ilmu yang seharusnya dipelajari saat tingkat perguruan tinggi sudah dikuasainya sejak SMP.  Siswa terpandai dikelasnya meskipun termasuk siswa yang paling tak mampu secara materil dikelasnya.  Ia lah yang membuat dan mendorong teman-temannya untuk memiliki cita-cita dan belajar giat untuk meraihnya. Lintang selalu berhasil mendapatkan nilai 10-9 untuk hampir keseluruhan mata pelajaran, akan tetapi ada satu pelajaran untuk lintang yang bernilai 8 yaitu pelajaran kesenian.  Angka 9 hanya untuk seorang Mahar.  Ia sangat berbakat dalam seni.  Ia yang mengangkat martabat sekolahnya dalam lomba karnaval antar sekolah.  Dalam buku ini benar-benar dilukiskan kehidupan yang indah untuk anak-anak melayu pedalaman di daerah Belitong yang menamakan dirinya Laskar Pelangi tersebut.

Andrea Hirata menggunakan paduan kata yang cerdik untuk tiap kalimat yang ia tuliskan pada tiap kalimatnya di novel ini.  Dari istilah-istilah dasar/bahasa daerah seperti Dul Muluk, Nipah, Atap Sirap hingga istilah-istilah rumit seperti Pittosporum, Cassiopeia, Galena dan sebagainya dirangkai oleh Andrea Hirata menjadi satu rangkaian cerita yang menghanyutkan.  Kita bisa dibuatnya merasakan berada di dalam ruang kelas SD Muhammadiyah, di tengah-tengah pasar, atau ikut bermain bersama para laskar pelangi menikmati euforia musim hujan.  Semua diceritakan begitu detil dan gamplang sehingga keindahan akan terlihat, harum akan tercium, dan sejuk akan terasa.

Sedangkan Sang Pemimpi menceritakan saat Ikal bersama sepupu jauhnya yang bernama Arai menempuh pendidikan SMA di sebuah daerah bernama Magai.  Di sini diceritakan bagaimana Arai dan Ikal menentukan cita-citanya yaitu menjejakkan kaki ke benua Eropa dan keliling Eropa hingga Afrika, dan belajar di altar suci almamater terhebat Sorbonne, Perancis.

Untuk meraih cita-citanya itu, Ikal, Arai dan Jimbron (Sahabat Ikal) harus bekerja sambil sekolah.  Mereka harus bekerja sebagai kuli ngambat dan bangun pukul 2 tiap paginya sebelum ke sekolah.  Semua pekerjaan yang halal dikerjakan agar mereka dapat menabung untuk melanjutkan sekolah ke Jakarta hingga ke Perancis.  Meski mereka sering berbuat onar disekolah tapi Ikal dan Arai termasuk siswa terpandai di sekolahnya.  Demi mengejar mimpi-mimpinya, mereka rela bekerja keras dan belajar yang giat.

Di novelnya yang kedua dari tetralogi Laskar Pelangi, Andrea Hirata menuturkan banyak kejadian-kejadian yang lucu yang dialami oleh dirinya, Arai dan Jimbron sewaktu SMA.  Bagaimana kenakalan-kenakalan mereka atau usaha Arai dan Jimbron untuk mendapatkan cintanya.  Seperti di buku pertama, Laskar Pelangi, tiap adegan diceritakan dengan detil dan menggunakan kata-kata cerdik sehingga membuat kita terpikat kedalamnya.  Beda dengan Laskar Pelangi, Sang Pemimpi berhasil menarik belengu imajinasi yang disebabkan telah menonton filmnya terlebih dahulu.  Novel ini berhasil membiarkan gwe merasakan apa yang diceritakan oleh Andrea.

Ada percakapan lucu yang ingin gwe kutip dari novel ini.  Kutipan ini diambil dari bab When I Fall in Love yang menceritakan Arai yang mengejar wanita pujaannya, Zakiah Nurmala.

“Nurmala adalah tembok yang kukuh, Kal…,” kilah Arai diplomatis.

“Dan usahaku ibarat melemparkan lumpu ke tembok itu,” sambungnya optimis.

“Kau sangka tembok itu akan roboh dengan lemparan lumpur?” tanyanya retoris.

“Tidak akan! Tapi lumpur itu akan membekas di sana, apa pun yang kulakukan, walaupun ditolaknya mentah-mentah, akan membekas di hatinya,” kesimpulannya filosofis.

Akan tetapi, ada yang aneh dari rangkaian tetralogi, khususnya 2 novel pertama ini.  Di Sang Pemimpi diceritakan ayah Ikal mengangkat Arai sebagai anak sejak Ikal kelas 3 SD.  Dengan umur yang sama dengan Ikal, seharusnya Arai juga bersekolah di SD Muhammadiyah.  Tetapi, mengapa Arai sama sekali tidak disebut dalam Laskar Pelangi (yang rentangnya adalah saat SD-SMP)? Mengapa Arai sama sekali tidak termasuk dalam Laskar Pelangi?  Jika Arai masuk kedalam Laskar Pelangi, pasti kehidupan Laskar Pelangi akan lebih seru dengan adanya Arai yang (tampaknya) memiliki sifat Sanguinis-Koleris seperti Arai.  Tentu Ikal dapat lebih cepat bertemu dengan A Ling seandainya Arai ada disampingnya, karena Arai selalu ingin membantu teman-temannya. 

Gwe lebih suka dengan alur yang ditawarkan di filmnya.  Karena alurnya lebih masuk akal dan dapat langsung diterima oleh orang-orang yang belum membaca novelnya.  Bahkan gwe yang membaca novelnya setelah menonton pun masih terngiang-ngiang oleh gambaran yang ditawarkan oleh filmnya.

Well, masalah mana yang lebih baik apakah filmnya atau novelnya, semua itu terserah bagi penikmatnya.  Yang jelas, baik novel maupun filmnya tidak boleh dilewatkan begitu saja jika kalian mengaku sebagai “anak daerah” Indonesia.

Comments
  1. “…Tapi lumpur itu akan membekas di sana, apa pun yang kulakukan, walaupun ditolaknya mentah-mentah, akan membekas di hatinya…”

    I really like that part yo…🙂

  2. try says:

    dimana arai sekarang
    yang sesungguh nya seperti apa

  3. try says:

    ter obsesi banget ni
    semangatnya pantang menyerah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s