Mesin Waktu Bernama Blog

Posted: January 5, 2010 in Life|Love|Souls|Conspiracies

Baru saja blog walking ke blog gwe sendiri yang dulu pernah gwe pake tp sekarang udah gk aktif.  Satu di Friendster, yang gk mungkin aktif lagi krn accountnya aja udah gwe matiin.  Satu lagi di blogspot, sebenernya masih bisa gwe isi2, tp kayaknya gwe lagi memilih WordPress untuk gwe tumpahin kata-kata dalam otak, hati dan jiwa gwe.

Saat baca-baca itu, gwe bisa melihat bagaimana perubahan yang terjadi pada gwe.  Dalam hal pola pikir tentunya. Dalam hal pemecahan masalah, dalam hal menjalankan hidup dan menghadapi segala hal yang diberikan di dalamnya.  Kesedihan, kebahagian, kebencian dan gwe sendiri yang berperan sebagai pemeran utama dalam film yang selalu bertajuk itu-itu saja, “hidup”.

Gwe lihat bagaimana waktu sma gw menulis dengan bahasa-bahasa khas anak remaja pada jamannya.  Bagaimana gwe memecahkan masalah khas anak remaja pada jamannya.  Bagaimana emosi masih meluap-luap, belum mengerti ada 2 alat utama untuk memecahkan masalah, Logic dan Hati.  Semua masalah gwe hadapi dengan satu cara, Emosi.

Perubahan cukup terlihat saat gwe menginjak usia 17 tahun.  Emosi surut, ada unsur ketenangan dalam pola pikir gwe.  Gwe sudah mulai mengenal 2 alat utama pemecahan masalah itu.  Meskipun masih salah satu yang menonjol, hati, tp paling tidak sudah tidak ada lagi emosi yang terlalu meletup-letup.  Gwe sudah bisa melihat sikap apa yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia, bisa menentukan sifat apa yang harus dimiliki untuk menghadapi segala rintangan yang akan segera gwe hadapi.  Tapi harus gwe akui, logika gwe tidak berjalan dengan semestinya.  Belum bisa gwe mengontrolnya, semua tertutup oleh segala keindahan yang hati tawarkan. Tertutup seperti kabut, hingga gwe menginjak 18 tahun dan mengenal dunia yang bernama “kuliah”

Disini lah gwe pertama kali bertemu banyak orang baru yang membawa film “hidup”nya masing-masing.  Tentu dibutuhkan keahlian lebih untuk membuat film bertajuk “hidup” secara bersama-sama dengan bekal yang berbeda.  Disinilah pola pikir gwe berubah lagi.  Kalimat-kalimat dalam blog gwe lebih dewasa, gak ada lonjakan emosi yang mendadak dan berubah-rubah cepat. Gwe sering menulis puisi, bukan umpatan-umpatan hati yang tidak memungkinkan orang lain untuk mengerti maksudnya.  Gwe sering brain storming tentang perasaan yang gwe hadapi dan kejadian dalam hidup yang sering gwe temui.  Logic dan hati bermain secara harmonis, berganti-gantian saling melengkapi.

Meskipun sering membutuhkan waktu untuk diri sendiri, tp gwe termasuk orang yang ekstrovert.  Karena itu, blog gwe, micro maupun macro, Friendster, Blogspot, WordPress ataupun Twitter akan memperlihatkan bagaimana gwe sebenarnya. Blog adalah muka gwe, otak gwe, dan representasi hati gwe.  Karena itulah, perkembangan tiap episode film “Hidup” gwe bisa dilihat dengan jelas pada tiap kata yang gwe tulis di blog.  Benar-benar seperti mesin waktu…

Comments
  1. ladysherry says:

    hebatnya adalah lo masih menyimpan blog2 lama lo bukannya menghapusnya. kalau gw, saking labilnya dulu, begitu punya blog baru blog lama selalu gw hapus haha
    alhasil gw ga punya postingan labil2 itu. yah selain karena pas jaman sekolah sih saking labilnya gw ga bisa menumpahkan dalam kata2 kelabilan gw (baca: cukup disimpan di diary sendiri aja haha)
    suatu hari kita harus bisa bikin autobiography yo😀 (berasa orang penting haha)

  2. “…Suatu hari kita harus bisa bikin autobiography..”

    ayooooo!!!
    gwe sekarang lg asik baca diary gwe zaman SMP-SMA, jauh lebih labil dari zaman SMA-Tingkat 2…jauuuh!!aplg SMP…astaga…
    tapi, ko lebih seru baca diary gwe daripada edensor ya?hauhahahaha….y iya lah, hidup gwe sendiri…hahaha!

  3. mikha_v says:

    Betul sekali. Blog itu bagiku adalah dokumentasi kehidupan, yang mana suatu hari bisa kukenang dengan membacanya. Itu sebabnya blog ku banyak foto (bukan foto diri ya tapi foto objek). Karena kalo hanya koleksi foto di harddisk saja, suatu saat akan tertumpuk entah dimana atau terhapus. Tapi kalau disimpan di blog, asik sekali. Bisa ditambah ceritanya, keterangannya, dan kenangannya.

    *Duh, kenapa aQ kenal blog baru tahun lalu ya? Kenapa ngga sejak lahir? Hahaha😆 *

    pertanyaan:
    Mengapa memilih wordpress daripada blogspot/blogger? Bukankah blogger lebih gampang dipakai dan bisa lebih banyak pernak-perniknya? Daripada wordpress yang tidak boleh embed flash, java, css, dll).

    (Alasan ku sendiri: karena, aQ ingin blog sederhana saja. WordPress sepertinya lebih elegan daripada blogspot, walau blogspot bisa dimasukkan pernak pernik. Dan kalo di WordPress, diskspace nya 3 GB, sedangkan blogger hanya 1 GB).

  4. to mikha : simple, wordpress berasa lebih dewasa aja…hahaha!!mungkin bner katamu, lebih elegan. Aku gk butuh pernak-pernik ala blogger, cukup tempat untuk menulis dan menumpahkan uneg2 dan hidupku….it’s simple and more mature, that’s what i like from wordpress😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s