Untuk orang yang telah tinggal di Bandung sejak tahun 2006 lalu, mungkin termasuk telat untuk baru secara gamblang memperhatikan dan menceritakan tentang Sumber Hidangan.

Seperti yang udah banyak orang tau, Buaaanyaaakk orang tau, Sumber Hidangan adalah sebuah toko Roti dan kue yang telah buka dari 1929. Hampir seumur sama ITB.  Terletak di Jalan Braga, zaman itu Sumber Hidangan adalah Cafe yang tersohor, tempat nongkrongnya kalangan atas, didominasi oleh kalangan Belanda. Apa yang terjadi dengan Sumber Hidangan sekarang??

Beberapa waktu yang lalu, gwe dan mama iseng jalan-jalan menyusuri jalan braga.  Dan tentu saja kami mengunjungi Toko Roti Sumber Hidangan. Adakah perubahan berarti sejak tahun 1929? dari foto yang gwe lihat terpampang di sana, jawabannya, tidak ada. Atau sangat minim sekali.
Roti-roti diletakkan di lemari-lemari kuno, bahkan furniture di sana terlihat seperti furniture tahun 70-80an.  Nih, beberapa foto yang berhasil gwe ambil

Kue-kue Sumber Hidangan

Aneka bentuk roti sumber hidangan

Berbagai jenis roti Sumber Hidangan, isi maupun kosong

Tekstur dari roti yang dihidangkan sangat berbeda dari roti kebanyakan. Warnanya kuning, seratnya besar-besar, tidak lembut sama sekali justru terkesan agak keras dan agak susah digigit.  Katanya mama, roti disini sama sekali tidak menggunakan pelembut sama sekali dan tentu saja tidak menggunakan pengeras. Rasanya juga unik.  Baunya wangi banget.  Bagi gwe, ini pengalaman pertama gwe makan roti seperti itu. Kasarnya, makan aslinya roti kalau kata mama.

Oya, selain roti-rotian, di sini juga di jual berbagai macam kue kering.  Kue keringnya dimasukkan ke toples kaca (yang juga terkesan tua) dan masing-masing dilabeli dengan nama dari kue kering tersebut. Kaya gini nih…

"Kattetong" yang terlihat seperti kue lidah kucing bagi saya

"Eierkoekjes" yang kalau diterjemahkan kue kering telur. Hmm, rasanya apa bentuknya??

"Suiker Hagelslag" yang tampaknya semacam gula dengan rasa coklat. wah??

"Janhagel" .....dan saya tidak tau ini kue kering apa.😀

Dan gwe pun iseng mencoba Kaastengelnya. Waduh, ternyata asiiiinn banget! dan bukan asin keju, tapi asin garam!! wah, apa sejak zaman dulu memang seperti itu? heran juga kalau memang iya karena tentunya selera orang-orang Belanda lebih suka asin keju. Selain itu, ntah mengapa sepertinya keras banget kuenya. Hadeh….not recommended.😐

Oya, kalo ke sini, jangan harap bakal dilayani dengan mbak-mbak manis (atau berusaha manis) dan ramah serta sopan.  Karena yang akan melayani kalian adalah ibu-ibu separuh baya dan galaknya minta ampun! Ketus banget dah ngelayanin gwe….haduh, bu, saya mau beli..bukan mau ngerampok😦

Comments
  1. nadiafriza says:

    agak keras dan agak susah digigit > karna awalnya roti disana bukan dibuat untuk orang belanda yo.. tapi buat sarapan buruh2 pribumi. sumber: koran kompas dalam ingatan gw hehe. jadi kalo salah mohon dimaafkan😉

    • Hoyaaa??wah baru denger…
      Lah,tp ko hbs itu sumber hidangan jd tempat nongkrong si bule2 itu ya (sumber : foto yg dipajang :p ) ???brarti mrk mkn roti yg sama dgn buruh dong?nyahoo loo,bule penjajah!wahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s