National Monument or…Monas!

Posted: June 24, 2010 in Lifestyle, Travelling and Culliner
Tags: , ,

Hmm, kalo dipikir-pikir lagi, pernah kah kalian ke Monas? masuk ke dalam museumnya, menikmati udara dari cawannya, naik ke puncaknya? Bisa dibilang, tidak semua warga jakarta yang meskipun telah tinggal bertahun-tahun pernah benar-benar menikmati monas dari segala fasilitas yang disediakan. Gwe sendiri, sebagai anak daerah yang sering pulang ke jakarta tiap liburan sekolah, sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di Monas. Kalo dipikir-pikir lucu juga. Mungkin memang benar apa kata orang zaman dulu, kita tidak terlalu menganggap apa yang kita punya dan selalu beranggapan apa yang dimiliki orang lain itu bagus.  Coba deh, bangga banget masang foto di Liberty Statue, Menara Eiffel, Menara kembar petronas, dan teman-temannya itu. Tapi ada kah yang pernah bangga memasang foto di Monas? Sejelek itu kah monas? Karena itu lah, begitu kemarin Ucup nanyain mau kemana gwe saat gwe jalan sama dia, gwe pun dengan lantang menjawab : Monas!

Kami sampai monas sekitar pukul setengah 11. Dan karena ucup belum makan, maka kami memutuskan untuk makan di pelataran parkir monas. Keputusan yang super salah. Disitu memang ada tempat semacam kios-kios makanan yang di jadikan satu area dengan penjual souvenir-souvenir monas. Kami makan ketoprak 2….seharga 15.000 untuk satu porsi! see, bad decision!

Sekitar pukul 11 kami pun masuk ke pelataran monas. Disambut dengan pedagang-pedagang souvenir dan kumpulan pohon-pohon yang membuat sejuk. Dan puncak monas yang menyembul

Monas yang ngintip😛

Karena penasaran bagaimana sosok monas lebih dekat, gwe dan ucup pun jalan mendekati pelataran monas dan sempat mengambil foto-foto. Setelah itu baru lah kami mencari jalan masuk ke daerah cawan monas. Dan, dicari-cari…ko gak ada satu pun pintu masuk yang dibuka ya??? Tengah hari bolong, matahari tepat di kepala, gak bawa topi atau pun payung kami pun menyusuri pelataran monas. Dan, oalaahh..ternyata kami harus mengitari monas 180 derajat karena ternyata pintu masuknya berada pada sisi sebrang dari pintu masuk pelataran. Graaoooo!! Bikin pusing deh🙄 Dan begitu kami sampai, kami baru tau kalau ternyata ada kereta yang mengantarkan pengunjung ke pintu masuk monas. huh! Gak bagus nih visual displaynya😡

Ternyata pintu masuknya monas dari bawah tanah yaaa….*ngampung deh*

the subway

Kami diminta untuk membayar Rp 2500 untuk tiket masuk menuju cawan dan museum di bawah monas. Begitu kami masuk,pelataran cawan, kami pun di sambut dengan patung-patung yang menggambarkan sejarah indonesia. Mulai dari cerita majapahit lengkap dengan gajah madanya, hingga patung-patung yang menggambarkan banyaknya ras dan 5 agama di indonesia.

Ternyata, untuk naik ke monas kita butuh tiket khusus lagi. Pas ucup nanyak, si petugas jawab harganya 75! heh?? tenang, Rp.7500 ko.. jadi total ya cuma Rp 10.000 kita habisin untuk main-main di monas ini. Well, asal jangan makan di pelataran parkirnya aja ya😆 Setelah mendapatkan tiketnya, kami pun mengantri lagi untuk naik ke lift. Yang menarik adalah, selama mengantri kami disuguhkan lagu-lagu daerah dari barat hingga timur indonesia. Lumayan juga buat mengingat lagu2 yang dipelajari zaman SD. Btw, anak2 zaman sekarang pada diajarin n bisa nyanyiin gak ya??😕 Setelah mengantri giliran naik lift, kami pun akhirnya naik juga. dan Lift di Monas cuma melewati 3 lantai. lantai dasar tempat ngantri naik, lantai cawan, dan puncaknya. ahh…akhirnya, sampai juga di monas.😀

Kalau ingin ngeliat kebawah dengan teropong, silakan beli koin seharga Rp.2000. Masalahnya, si teropong ini hanya bisa digerakkan secara terbatas, jadilah gwe hanya bisa melihat parkiran mobil di gedung seberang monas dan gambir. Dan gwe pun tentu mengambil foto-foto jakarta dari atas tentunya.ini hasilnya, silakan di klik untuk memperbesar😀

Oiya, ketika pulang, jangan lupa untuk mampir ke museum di bawah monas. Sayang aja kan udah bayar Rp2.500 tapi gak ngeliat apa aja yang di museumnya?  Kalau misalnya kalian atau ada keluarga yang handicapped, jangan khawatir, kalian bisa menggunakan alat bantu untuk handicapped yang dipasang pada tangganya. (canggih deh, mulai ngampung kan gwe…:D ).Di museum itu dipasang diorama-diorama yang memenuhi dinding museum. Diorama tersebut menceritakan banyak hal, mulai dari peristiwa G30S PKI, pemilu pertama Indonesia, hingga trikora dan pembebasan Irian Barat. Tiap diorama tentu dilengkapi dengan cerita-cerita dan ditampilkan secara 3 dimensi dengan bantuan patung-patung kecil. kaya gini nih…

Nah, gak ada jeleknya kan Monas? malah sangat mendidik gwe bilang. Jadi, jangan cuma jogging aja kalo ke monas, jangan cuma ngeceng aja ke monas. explore lagi lebih dalam, buat diri lebih bangga lagi🙂

Comments
  1. nadiafriza says:

    gw belum pernah ke taman monasnya huhe.. ntar cobain ah😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s