[How To] Get a Schengen Visa pt.2

Posted: August 14, 2010 in Lifestyle, Travelling and Culliner
Tags: , , ,

Di post gwe sebelumya yang ini , gwe sempat menyebutkan kalau gwe gak perlu ke kantor kedutaan untuk mengurus pemohonan visa gwe.  Setelah sekitar 4 hari menunggu, tiba2 gwe dapat kabar dari Dona kalau gwe harus ke kedutaan sendiri.  Ternyata, mau bagaimana pun juga, pemegang paspor hijau harus datang sendiri dan tidak boleh diwakilkan.  Beda dengan passport diplomat berwarna hitam milik dona yang memang tidak apa2 diwakilkan.  Bahkan ketika dona bertanya tentang pengurusan permohonan visa, orang kedutaannya justru dengan ketus bertanya mengapa Dona sendiri yang mengurus visanya padahal ia memegang passport diplomat.  Karena selama ini biasanya para diplomat2 itu tentu diurusin sama orang deplu.

Jadilah, jumat pagi gwe pun mengunjungi kantor kedutaan besar Jerman yang beralamat di Jalan MH.Thamrin no.1 (tepat disebelahnya Hotel Oriental Mandarin).  Berhubung orang deplu yang akan membawa berkas-berkas gwe kesiangan, gwe pun menunggu di mobil hingga hampir 2 jam. Wuih, cobaan cukup berat sudah langsung menghampiri.

hint : bagi yang mau datang ke kedutaan jerman, karena tidak diperbolehkan parkir di kedutaan (ya, iya lah), kita harus mencari tempat lain untuk memarkir mobil kita (bagi teman2 yang emang bawa mobil).  Karena kedutaan jerman terletak dekat dengan bunderan HI, tentu banyak lahan parkir yang disediakan.  Tapi menurut gw tempat paling enak untuk ‘numpang’ parkir adalah di parkiran Hotel Mandarin Oriental. Parkir lah di gedung parkir lantai 1. Disitu ada jalur yang mengarah ke hotel dan juga ke pintu keluar hotel yang di jalan MH.Thamrin.  Voila! Keluar dari pintu tersebut, kantor kedutaan ada di samping kiri anda!

 

Sekitar pukul 9, akhirnya gwe pun menemui Pak Musa, orang deplu yang membawa berkas gwe.  Hal pertama yang perlu dilakukan adalah, mengantri! Antri lah di depan gerbang untuk diperiksa passportnya oleh Satpam. Oya, di Satpam ini kalian juga bisa meminta formulir permohonan Visa kalau kalian belum sempat membawanya dari rumah.

Hal kedua yang perlu dilakukan, mengantri! Kali ini kalian harus mengantri untuk melewati bagian keamanan. Matikan HP yang kalian bawa, taruh di dalam keranjang. Taruh tas di atas meja untuk diperiksa oleh satpam. Jika lolos, anda bisa masuk melewati alat pemindai badan.  Setelah itu, ambil tas kalian, tapi jangan ambil HP kalian! Semua kantor kedutaan (yang gwe tau) melarang pengunjung untuk membawa HP. Tapi tenang, HP kalian akan dititipkan di dalam safe deposit box dan kalian akan diberikan kalung yang digantungkan kunci box tersebut dan ID card pengunjung.  Selain itu kalian juga akan mendapat nomor antrian (means, another queuing to do😛 )

Hal ketiga, mengantri lagi (oh, jangan dulu mulai bosan..ini belum seberapa). Kali ini, kalian mengantri untuk melewati bagian pemeriksaan kelengkapan berkas. Di sini bakal di cek satu- satu berkas-berkas yang kalian bawa dan kalian akan ditanya beberapa pertanyaan mendasar, seperti tinggal di mana nanti di sana, pergi dalam rangka apa, dan sebagainya.

Di sini saya mendapat sedikit kesialan.  ternyata ukuran foto untuk visa gwe salah! ukurannya sudah benar, 3,5×4,5. Tapi sayang, tidak biometrik! yang dimaksud dengan biometrik adalah 80% dari foto itu adalah wajah kita. Jadilah gwe terpaksa keluar dan pergi ke Sabang untuk mengambil foto lagi.  Tapi jangan terlalu khawatir, begitu kalian sudah membawa kelengkapan berkasnya lagi, kalian bisa langsung naik ke lantai dua untuk mengikuti proses selanjutnya, jadi tidak perlu mengantri lagi di bagian pemeriksaan kelengkapan berkas yang pertama.

Naik ke lantai dua, silakan ambil nomor antrian…untuk mengantri! Nah, hal keempat yang dilakukan adalah menunggu giliran kita untuk dipanggil dan melakukan proses permohonan visa tersebut.  Disnilah kalian membutuhkan kesabaran tingkat extra saat mengantri. Setelah dari Sabang, gwe naik ke lantai dua dan mendapatkan nomor antrian #47. Sementara di layar gwe melihat nomor antrian yang sudah adalah #29. Di ruangan tidak ada jam, tidak ada majalah, hanya ada TV yang menayangkan Channel DW-TV (siaran Jerman) yang tentu saja diacuhkan oleh semua pengunjung.  Tanpa HP, selamat berbosan ria. Saran : Bawa buku sebanyak-banyaknya! Dari masuk sejak pukul 10.00, gwe pun selesai mengurus semua urusan pukul 12.30!

Apa saja yang dilakukan saat tiba giliran kalian untuk menuju loket? Masukkan berkas yang ada, tunggu si pengurus memeriksa semua kelengkapan kalian. Petugas loket sudah dilatih untuk tidak mengenal apa itu yang disebut dengan “senyum”, jadi  ya sabar-sabar saja. Kalian akan ditanya mengenai berkas-berkas yang ada, dan pertanyaan-pertanyaan standar seperti di bawah kembali dipertanyakan. Setelah itu, tunggu sebentar hingga petugas mengurus form Visa milik kita. Lalu petugas akan meminta kita untuk memeriksa Nama, Tanggal Lahir, dan Nomor Passport sebelum visa kita  benar-benar dibuat. Periksa lah yang teliti, karena gwe menemukan kesalahan pengetikan untuk nama gwe. Bisa bahaya nantinya kalau nama yang di visa dan di passport berbeda. Setelah itu, voila! kalian akan mendapatkan jadwal dan kertas pengambilan Visa.  Untuk gwe, gwe bisa mengambil visa sekitar 10 hari dari kemarin gwe apply.

 

Comments
  1. nadiafriza says:

    detail banget🙂 pasti ntar berguna deh kalo ada yang mau apply juga.. dan semoga gw juga ada kesempatan aamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s