Day 6 : Berliners’ Saturday Nite!

Posted: September 16, 2010 in Lifestyle, Travelling and Culliner, My First Euro Trip
Tags: , , , , , ,

Hari ini bakal diadain open house tahap kedua dimana kali ini ditujukan untuk seluruh masyarakat indonesia yang tinggal di berlin (atau jerman kalau perlu). Jadi kebayang hecticnya gmana kan??Begitu bangun gwe n dona langsung menyodorkan diri ke dapur untuk diperkerjakan. Dan kami pun mendapat tugas memotong jadah. Hmm, jadah itu..gimana ya??semacam ketan yang selama ini gwe taunya dimakan pakai bacem atau ketan hitam.  Teksturnya kenyal, sehingga kalau dipotong tetap saja butuh tenanga ekstra. Dan kami punya lebih dari 5 loyang besar untuk dipotong pagi itu. Ajiibb!!

Open house dimulai pukul 12. Dan cuacanya benar-benar bagus untuk konsep open house yang benar-benar open alias di tempat terbuka. Wisma sendiri sudah menyiapkan tenda untuk meletakkan makanan dan halaman belakang untuk para tamu saling bercengkrama sambil dengan konsep standing party.

Second Open House

Selesai open house, gwe dan dona janjian dengan beberapa anak lainnya untuk jalan-jalan malam minggu. Rombongan kami waktu itu adalah Gwe, Dona, Cinta, Yolla, Indira, Dior. Lalu menyusul Danan salah satu mahasiswa indonesia yang di berlin. Kami memutuskan untuk janjian di potsdamer platz, tepatnya di tempat walk of fame yang semalam sudah kami lewati.Nah, karena rumah cukup sibuk, gwe, Dona n Dior memutuskan untuk naik S-bahn langsung ke potsdamer platz. lucunya, 2 orang yang sudah sering ke jerman justru baru sekarang naik S-bahn dan untungnya di dekat rumah ada stasiun S-bahn yang langsung mengantar kami ke Potsdamer Platz.

Untuk membeli tiket S-bahn atau Strasse Bahn, kita bisa langsung membeli di mesin yang ada di stasiunnya. Hanya dengan 2,10 euro, kita udah bisa dapat tiket sekali jalan. Kalau memang untuk seharian dan bakal ganti-ganti kereta, lebih baik beli yang terusan, seharga sekitar 6 euro. Enak  banget naik S-bahn. Gak ada setengah jam sudah sampai di Potsdamer platz dan stasiunnya tepat di bawah Sony Centre. Whoaa…..

Sesampainya di Potsdamer Platz kami bertemu dengan indira yang memang rumahnya dekat situ. Sambil menunggu Cinta dan yolla, kami pun ke Walk of fame terlebih dulu….dan ternyata, walk of fame disini sangat pendek dibandingkan dengan yang di Los Angeles. Dan yang bikin kecewa, hanya ada orang-orang terkenal dari Jerman yang dibuat bintang di walk of famenya. Yang gwe tau hanya Marlene Dietrich. Tapi ada juga yang uniknya. Jadi di tengah jalan walk of fame itu ada semacam teropong yang jika kita lihat melalui teropong tersebut, kita akan diperlihatkan artis-artis yang berdiri tepat diatas bintang yang bertuliskan namanya secara 3D. dan kita akan melihat ada celah untuk kita berdiri seolah-olah foto bersama mereka. Sayang cahaya sore kurang mendukung untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Jadi terkesan foto sama hantu😀 Begini nih…

lupa tapi ini siapa aja😀

Setelah dari walk of fame, kami memutuskan untuk menunggu Cinta dan yolla di arkaden. Setelah bertemu, ternyata Cinta dan yolla juga mau melihat Walk of Fame. Jadilah gwe, Dona, Indiria, Dior, Ega (temaan dior) menunggu mereka sambil makan es krim Gelato. Es krim yang paling terkenal di Berlin. Dan memang enak! waktu itu gwe memesan tiramisu, dan rasanya benar-benar seperti kue tiramisu, tapi dingin dan berbentuk krim! Cukup membuat anda ketagihan😀 Rencananya, malam itu kami mau nongkrong-nongkrong di cafe. Dan setelah menghubungi anak-anak lainnya, kami pun mengarah ke Oranienburger Strasse, jalan dimana banyak kafe-kafe berjejer dan selalu ramai dikunjungi tiap malam minggu.  Dari potsdamer platz ke oranienburger strasse kami hanya perlu naik S-bahn sekali.

Sampai di Oranienburger Strasse, kami pun mulai mencari cafe tempat janjian, Que Pasa. Ternyata, tidak ada satu pun kami yang tau letaknya cafe itu di jalan tersebut.  Jadilah kami benar-benar menyusuri Oranienburger strasse dari ujung ke ujung. ya bagusnya, jadi tau semua cafe yang ada. dan melihat apa aja yang ada di sana…mulai dari cafe yang aneh-aneh, sebuah tempat clubbing yang menggunakan bangunan tua, atau hooker-hooker yang dengan anehnya gak kedinginan nangkring dipinggir jalan dengan pakaian yang cukup terbuka.
Sampai di que pasa, yaaa..kami hanya ngobrol2 dan minum. tapi tempatnya cukup unik. Dekor cafe dibuat bernuansa latin tropis. dan cukup nyaman juga disana, terbukti dengan kami yang baru beranjak dari sana jam12 malam. :D:D

The Berliners

…to be continued

Comments
  1. Dad says:

    Mungkin orang Jerman kurang suka kalau namanya ditulis di ‘walk of fame’….kalau ada ‘air of fame’ mungkin banyak yang berjejer…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s