Brussels, Day 3 : Car Free Day and Toilet’s Hunting

Posted: October 1, 2010 in Lifestyle, Travelling and Culliner, My First Euro Trip
Tags: , ,

The last day we’re in Brussels.

Karena Dior memutuskan untuk mulai menyicil belajar ujian Biologi dan Dona sebagai kakak yang baik ingin menemani adeknya, jadilah gwe memutuskan untuk ikut Mas Kamal berjalan-jalan menyusuri Brussels di hari terakhir ini.

Waktu itu hari minggu, gwe dengar akan ada Car Free Day waktu itu. Teorinya, tidak ada bis yang akan mengantar kami masuk ke kota Brussels. Tapi kami dengan PDnya, berpendapat paling tidak ada satu bis yang mengantarkan ke pinggiran kota Brussels. Jadilah gwe dan mas Kamal nunggu bis yang katanya akan mengantar kami ke stasiun dalam kota. Ditunggu-tunggu, ko tidak muncul2. Ada satu bis yang waktu itu berhenti tapi bukan bis yang kami maksud. Tapi gwe mulai merasa curiga, karena selain semua calon penumpang yang ada pada Halte naik semua, para penumpang lain dan supir tersebut seakan bingung karena ada dua orang yang tidak mau masuk bis. Hmmm……..dan kecurigaanku benar! Itu lah bis satu-satunya yang akan mengantarkan kami ke stasiun di LUAR kota, dan selanjutnya kami bisa naik Metro untuk masuk kota. Karena kebodohan kami itu, kami harus menunggu 1 jam lagi untuk dijemput bis yang sebenarnya sudah ada di depan mata. Ok, dengan berbekal ketidaktahuan apa-apa kami berdua, saat itu juga gwe putuskan, perjalanan hari itu akan sangat lucu!๐Ÿ˜€ Tapi, selalu ada keberuntungan untuk orang dengan pengetahuan minim, kami mendapat tiket “all day” seharga 4 euro untuk berdua, jadi 1 orang hanya 2 euro untuk keliling-keliling kota brussels seharian! yihaa…!

Tujuan utama sebenarnya adalah mencari Islamic Centre karena mas Kamal ingin membeli Al-Quran dalam bahasa sana, entah lah, harusnya sih dalam bahasa perancis mungkin, sebagai pelengkap koleksinya. Untuk meraba-raba pergi ke daerah situ (petunjuk yang diberitahukan pusat informasi agak-agak mengawang, dia hanya membuat tanda lingkaran di suatu area. alah!), kami pun memutuskan untuk menikmati saja kota brussels yang sedang Car Free Day dengan santai.

Ternyata, kalau di Jakarta atau Bandung Car Free Day hanya dilakukan di salah satu jalan, di Brussels seluruh kota dijadikan area Car Free Day! Dimana-mana banyak orang yang berjalan-jalan, entah dengan sepeda, skateboard, scooter, dan macam-macam.

Sepeda berseliweran dimana-mana!

Dan beberapa jalan pun sangaaat lenggang

Gak akan takut guling-gulingan di tengah jalan, kaya di Bontang! :))

Bahkan pelataran di depan Istana pun dipasang semacam karpet rumput, yang dipakai masyarakat untuk sekedar duduk-duduk, atau piknik!

Bahkan dikasi tumpkan jerami untuk duduk-duduk, menarik!

Setelah jalan-jalan, kami pun kembali lagi ke Centrum dan daerah Grand Place. Niatnya sekedar melepas lelah, ngafe, dan membeli titipan Dona sambil mengisi waktu hingga sore sebelum kami kembali ke Wisma. Lagi enak-enaknya duduk sambil memperhatikan suasana sekitar yang sangat-sangat ramai dan padat, tiba-tiba..kami mendengar alunan lagu Kopi Dangdut! dicari-cari sumbernya, ternyata ada seseorang yang memainkan lagu tersebut untuk ngamen…

alunaan kopi...dangdut!

Nah, bagaimanakah misi utama kami, mencari Islamic Centre??? Kamii….gagal! hahaha..yang ada, karena cuaca dingin, misi pun secara tidak sadar berubah menjadi, Toilet’s hunting! Kasian juga melihat mas Kamal yang tiap setengah jam sekali kebelet๐Ÿ˜› Kami sampai menebalkan muka untuk numpang buang air kecil di toilet rumah sakit. Ehm, tepatnya gwe yang menebalkan muka. Masang muka memelas ke petugas rumah sakit, sok2 nanyak dimana kamar mandi terdekat di DAERAH sana (biar terlihat sopan, bukannya nanyak kamar mandi di RS itu๐Ÿ˜› ), dan dengan ibanya si petugas rumah sakit mempersilakan gwe masuk ke kamar mandi rumah sakit. Tapi yang ngacir duluan malah mas kamal, eerrrgh!๐Ÿ˜†
Bahkan, kami sampai mampir ke toilet yang sama di Centraal Station 3x! habis 1,2 euro sendiri dalam menuntaskan misi hunting ini๐Ÿ˜›

Special Thanks to....Central Station's Toilet!๐Ÿ˜€

Menjelang pukul 5 sore, kami pun memutuskan untuk pulang ke wisma karena harus ke airport jam setengah7 malam. Daaan..kebodohan di awal pun terjadi lagi, kami membiarkan bis yang bisa mengangkut kita pulang lewat begitu saja karena hanya tau satu bis (yg juga gk beroprasi hari itu). Dan…setengah jam lebih pun terbuang percuma sementara kami terdampar di stasiun pinggiran kota. hayah!!

….The End of Brussels’ stories.

Comments
  1. nadiafriza says:

    ga nanya2 ama si kakeknya kok bisa mainin kopi dangdut yo..?๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s