Which traveler type are you?

Posted: November 19, 2012 in Lifestyle, Travelling and Culliner, Worklife
Tags: ,

Traveling kayaknya sudah menjadi hobi yang menjamur dan yang paling hip saat ini.  Gimana tidak, saat ini traveling sudah sangat terjangkau dan mudah untuk dilakukan.  Maskapai-maskapai domestik ataupun international berlomba-lomba memberikan harga termurah, dan orang-orang pun sudah mulai tidak peduli dengan pelayanan maskapai yang diperminim seiring dengan murahnya harga tiket. Yang penting, murah, aman dan tepat waktu.

Kalau dipikir-pikir dan dilihat-lihat lagi, traveling sekarang pun sudah banyak macamnya.  Ada yang backpacking, ada yang maunya bawa-bawa koper aja, ada yang suka jalan-jalan sendiri, ada yang suka ramai-ramai bersama teman atau keluarga, ikut tour, atau ya memang sudah bagian dari pekerjaan saja. Ada yang tipenya outdoor dan adventure, ada yang shopping, ada yang slow traveling, ada yang nyuri-nyuri kesempatan liburan jadi jadwalnya pun padat banget.   Syukurnya, saya sudah mencoba berbagai macam jenis traveling.  Jeleknya, bisa dibilang sekarang saya jadi bikin urutan mana yang paling saya suka dan agak milih-milih jenis traveling.  Nih yah, saya jadi pengen berbagi urutan jenis traveling dari yang paling saya suka dan yang tidak saya suka. Kategorinya : Traveling sendiri bersama 1-2 teman, traveling bener-bener sendirian, traveling bersama keluarga, traveling yang ikut tour, dan traveling karena bisnis trip.

Traveling sendiri bersama 1-2 teman

Menurut saya, ini adalah jenis traveling paling menyenangkan.  Yang dimaksudkan dengan traveling sendiri ini sebenernya ya traveling tanpa bantuan tour agency dan kita sendiri yang mengatur itinerary dan budget perjalanan.  Rasanya lebih bebas, dan dengan adanya teman kita gak perlu terlalu banyak mikir keamanan karena pasti saling mengingatkan.  Ditambah lagi, ada yang motoin kita! Hahahaha!

Tapi jujur saja, saya lebih prefer traveling dengan teman dekat yang sudah sangat saya kenal dan biasanya ya sahabat-sahabat saya.  Apalagi yang punya tipe jalan-jalan sama, misalnya hobi masuk ke museum, mau diajak santai-santai duduk di pinggir jalan sambil meratiin sekitar, gak hobi belanja, atau gak protes kalau saya agak lama berhenti di suatu tempat karena harus nyari best shot foto saya.  Well, gak perlu gitu sih, tapi biasanya, kalau saya jalan dengan sahabat-sahabat saya, kami bisa saling omongin apa yang kita mau, gimana caranya biar semua kebagian dan gak ada yang ngerasa terbebani sehingga merusak mood liburan. Dan karena sudah dekat, biasanya udah saling ngerti aja maunya apa and ngaturnya juga gampang.
Traveling bersama keluarga

Kalau yang ini, sebenernya sama saja dengan traveling dengan teman-teman dekat. Bedanya, kalau kita masih kuliah atau kerja tahap2 awal dan jalan2 dengan orang tua, biaya tentu jadi minim di kitanya. Minim di kita, maksimum di mereka. hahaha..

Enaknya sama keluarga, mungkin dari fasilitasnya juga. Biasanya, jarang orang tua yang mau nginep di hostel yang kamarnya gabung sama orang lain. Kamar mandi juga pasti milih-milih. Makan juga gak mau yang terlihat kotor-kotor. Nah, kalau udah gini pasti lah dibawanya ke hotel-hotel, minimal hotel bintang 3. Bujet kecil (bagi mereka) yang penting nyaman.  Makannya juga minimal ke restoran atau cafe kecil, gak dipinggir jalan. Intinya, kehidupan terjamin selama di kota atau negeri orang! hehehe..

Traveling sendirian

Untuk yang suka traveling sebebas-bebasnya, ya jelas lebih suka berpergian sendirian. Gak terikat dengan jadwal tur, nyesuaiin dengan maunya temen, atau bahkan bisa kemana pun semaunya gak sesuai jadwal.  Gak enaknya, kadang kesepian juga. Gak ada yang diajak ngobrol atau lebih buruknya, susah nyariin orang yang mau dimintain tolong buat motoin. Hahaha…

Traveling bersama tour/rombongan

Semuanya terencana. Waktu, tempat tujuan, kegiatan, sudah di atur jadwal. Kalau ikut rombongan yang banyak anggotanya, telat dikit bisa ditinggal atau dijutekkin sepanjang perjalanan.  Si guide pun macam punya dua kepribadian. Kesannya awal-awal sih ramah dan asik, tapi begitu sudah menyangkut waktu, wuidih, berasa ngadepin sipir penjara. Dikasi waktu di suatu landmark paling banter cuma 1-2 jam. Berasa buru-buru gak bisa nikmatin. Belum lagi kalau waktunya belanja, diajaknya ke tempat yang mahal-mahal. Iya sih, fasilitas biasanya udah lengkap, tempat tujuan gak perlu mikir. Tapi mending mana coba, nginep di hotel bagus tapi selama perjalanan selalu disuru buru-buru, atau kita bisa atur sendiri waktu kita, tujuan kita, tempat belanja, tanpa perlu diburu-buru waktu.  Tinggal meluangkan waktu sebentar untuk googling itinerary pribadi ko

Traveling karena bisnis trip

Awalnya, saya berpikir traveling dengan tour sudah yang paling buruk.  Tapi ternyata, kesempatan berpergian karena urusan kantor itu gak sepenuhnya enak dan bisa jadi malah jalan-jalan yang paling gak enak.  Enaknya apa? Tiket, hotel, transportasi di sana, sudah pasti ditanggung kantor. Telekomunikasi pun bisa ditanggung. Dapat uang saku lagi. Tapi inget, kita kesana untuk kerja. Jalan-jalan itu bener-bener kalau ada waktu. Bisa jadi bahkan kita sama sekali gak ada waktu untuk jalan-jalan sendiri. Bisa aja ada kegiatan yang membuat kita jalan-jalan dengan partner bisnis. Kalau kita tamunya sih enak, tapi kalau kita yang escort? wuidih, jangankan mikirin diri sendiri, kita harus mastiin tamu yang kita bawa aman n nyaman dulu.

Saya pernah diajak jalan sama Telkomsel ke bali. Berhubung saya yang jadi tamu, semuanya sudah di atur. Nginep di Hard rock cafe, meeting cuma setengah hari, sisanya leha-leha. Gimmick and voucher ini-itu melimpah ruah.  Team buildingnya juga dibawa jalan-jalan dan makan ramai-ramai di jimbaran.  Nah, kemarin saya juga sempat ke Phuket. Kali ini saya yang bawa tamu, salah satu distributor Sony. Duh, udah waktunya padat, hotel jauh di antah-berantah, kita juga harus nyesuain dengan maunya tamu kita. Waktu itu di malam terakhir, kita memang ada waktu bebas. Tapi sayangnya, salah satu tamu yang kita ajak agak gak enak badan n pengen cepet pulang ke hotel. Udah deh, kan gak mungkin saya biarin dia pulang gitu aja ke hotel yang jauhnya amit-amit sementara saya hura-hura di Pathong. Pokoknya, waktu ke Phuket itu sama sekali gak berasa ke phuket deh!

Well, which type are you??

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s