“Eh, mau kemana? Oleh-oleh ya!”

Posted: January 5, 2013 in Lifestyle, Travelling and Culliner, Life|Love|Souls|Conspiracies
Tags: , ,

Belum juga dijawab pertanyaan pertama, biasanya kalimat kedua sudah meluncur begitu saja dari mulut kebanyakan kerabat indonesia. Yeap, salah satu budaya kita kayaknya memang budaya oleh-oleh. Dimana tiap ada kerabat dekat yang berpergian, kemanapun dia, bagaimana pun dia pergi, dalam rangka apa dia pergi, pokoknya nitip oleh-oleh dulu deh! Giliran yang dititipin biasanya cuma nyengir-nyengir pasrah setengah berharap si penitip lupa nagih😛

Tapi memang yang namanya oleh-oleh itu bikin serba salah. Mau beli, duit sering gak cukup atau bisa-bisa bikin space di luggage mengecil bahkan bikin overweight. Mau gak beliin, gak enak. Apalagi kita pun secara tidak sengaja juga sering minta oleh-oleh ke kerabat yang berpergian. Nah, coba deh intip beberapa saran oleh-oleh yang bisa (atau biasa) dijadiin oleh-oleh disaat darurat atau mungkin bisa jadi ide untuk koleksi bukti traveling kita :

1. Key-chain, Magnets, Globe, Shot Glass, plates or Spoon6 Jenis souvenir di atas kayaknya gak ada yang pernah absen di jejeran rak toko souvenir di negara apa pun. Sampai-sampai saya sempet berpikir, ini traveling tujuannya buat ngehias dapur.  Yang paling aman dan sering dilakukan kayaknya adalah membeli 1 set key-chain yang biasanya terdiri dari 5-10 bahkan lebih gantungan kunci dengan harga relatif murah. Begitu sampai Indonesia, udah deh, buka plastiknya dan langsung sebar gantungan kuncinya.  Tapi jangan salah, gantungan kunci memang biasanya murah. Tapi magnet kulkas, globe yang berisi salju-saljuan, gelas kecil, piring ataupun sendok kecil yang unik-unik, sering ternyata menguras dompet juga. Rata-rata harga tempelan kulkas di Jerman misalnya, ada yang mencapai 3-4 euro. Plates di thailand saja kalau tidak pintar-pintar nawar bisa dikasi harga 200 – 300 THB. Hati-hati kalab yaahh…:D

2. Kaos “I Heart….” atau nama kota
Nah, ini juga bisa jadi alternatif oleh-oleh murah. Dengan syarat, belinya di pasar dan udah siap bakal makan space di koper😀. Kalau tidak salah kaos chain “I (heart)..”, dimulai dari I (heart) NY, lalu akhirnya semua penjuru kota di dunia juga ikut-ikutan memproduksi kaos berjenis ini.  Lucu juga sih untuk dijadikan oleh-oleh. Tapi, lebih baik hati-hati dalam memilih bahan kaos. Jelas, ada harga ada rupa. Tapi gak semua kaos yang murah berbahan jelek ko.  Sama halnya dengan kaos-kaos yang biasanya bertuliskan nama kota/negara lengkap dengan gambar ciri khas daerah tersebut. Harus sabar dan telaten ngunjungin toko sebelah untuk dapetin kaos berharga ok dengan kualitas ok😉 eh, tapi sering juga loh, udah dapat kualitas bagus dengan harga ok, eh, taunya bikinan negara sendiri juga…padahal belinya jauh di amerika atau eropa sana. hihihihi…

3. PostcardUntuk oleh-oleh, mungkin gak sebagian orang menganggap postcard sebagai sesuatu yang berharga.  Tapi coba kalau ditambah dengan tulisan tangan sendiri dan dikirim langsung dari negara atau tempat aslinya. Biarpun seringnya kita nyampe duluan dibanding di postcard, tapi si penerima bisa merasa surprise atau justru merasa spesial begitu postcard kiriman kita sampai.

4. Makanan atau minuman
Kalau ke luar negeri, paling gampang bawa coklat. Bisa juga bawa minuman beralkohol di duty free karena biasanya harganya lebih murah.  Kalau domestik, cari cemilan-cemilan kering gak gampang basi dan bau khas daerah setempat. Oleh-oleh jenis ini paling aman dan gampang untuk dibagikan di kantor. Everybody knows that we already bring something, if you don’t get it, you’re just not fast enough!😉

5.Stories and photo
Jujur saja, ini jenis oleh-oleh yang paling saya senangi. Cerita selama perjalanan dan koleksi foto-foto teman bisa jadi referensi yang sangat akurat kalau kita mau berkunjung ke tempat yang sudah dia kunjungi.  Atau bagi yang sudah pernah, bisa sama-sama bernostalgia tentang tempat tersebut. Coba deh pikir, kalau ternyata orang yang kita kasi oleh-oleh kurang sreg sama pemberian kita. Paling gak kan kita udah ngasi info-info berharga yang bisa jadi referensi dia. Tapi inget yah, oleh-oleh jenis ini paling sering ngaruh (atau cuma ngaruh?) ke sesama traveler atau photographer. Hehehe…

Jadi, udah siap mau beliin saya oleh-oleh apa nih?? hehehe…

Comments
  1. nadiafriza says:

    Oleh2 sharing cerita oke banget lah yo, apalagi kalo ditulis di blog kayak gini. Asal jangan field report hour to hour, day to day jalan2nya kayak apa ya. Males banget baca nya hehe

  2. rrriris says:

    iya banget nih, yo. Dengan status gw 6 bulan, itu orang kantor pada minta yang aneh2. Dikirain gw boker duit kali yak di sini. :p

    Nah kalo gw lebih demen cerita dia kemana aja, trus nginep di mana de el el. Lebih asoy buat nyari referensi bikin itin.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s