Where you feel like a king in heaven…

Posted: March 21, 2013 in Lifestyle, Travelling and Culliner
Tags: , , , , ,

Saat liburan, salah satu istilah yang sering keluar mungkin adalah “seperti di surga”. Tapi pernah gak merasa diperlakukan seperti raja di surga? Baru-baru ini saya mengunjungi Pulau Macan dan itulah yang saya rasakan.

Pulau Macan, atau juga terkenal dengan sebutan Tiger Island bagi orang bule (ya menurut lo??), terletak di gugusan kepulauan seribu, di utara Jakarta. Untuk kesana, tampaknya hanya bisa melalui dermaga Marina di Ancol, karena saat kita melakukan reservasi mereka langsung mengarahkan kita untuk menunggu di sana . Biaya penyeberangan ke pulau macan sudah termasuk di dalam biaya yang harus dibayar untuk menginap di pulau macan.

Tidak hanya biaya speed boat yang sudah termasuk di dalam biaya yang harus dibayarkan saat mau menginap di pulau macan. Sekali bayar, kita sudah dapat menikmati makan siang 2 kali, makan malam, dan sarapan untuk keesokan harinya. Biaya yang tertera di situs pulaumacan.com adalah biaya untuk 2D1N dan segala macam service yang ada. Kita bebas menggunakan perlengkapan snorkling, kayak, lounge dan buku-buku, sampai ke minuman hangat seperti kopi, teh, dan milo. Bahkan di meja makan juga disediakan secara rapi roti gandum beserta berbagai macam selai, madu, bahkan saos yang mungkin akan kita gunakan untuk cemilal dengan bekal yang kita bawa. Semuanya bebas, sudah gak perlu mikir, cukup ganti baju renang, leha-leha, main-main dan nikmati liburanmu!

Kebetulan division gathering yang diadakan divisi saya di kantor memutuskan untuk ke pulau macan tanggal 16-17 februari 2013 lalu. Berhubung saya tidak pernah ke pulau seribu sebelumnya, tentu saja saya sangat semangat. Sampai-sampai beli baju berenang segala padahal gak bisa berenang. Berenang gak berenang yang penting gaya duluu…fufufufu..

Kami bekumpul di dermaga 6 marina ancol seperti yang diinstruksikan. Jam 8 kapal pun bertolak ke pulau macan. Awalnya perjalanan sih lancar-lancar saja. Tapi lama-lama hentakan di kapal semakin berasa. Apalagi saya, rushka dan si babe kebagian duduk di kursi atas sehingga goncangan makin terasa. Pikiran saya sih masih positif, pasti karena kita melawan ombak. Sampai akhirnya, sekitar 15 menit kemudian, rushka merasa kalau dia terkena percikan air. Masih berpikir positif, saya hanya berpikir itu pasti percikan air dari bawah. Tapi tidak sampai 15 menit kemudian, semua pikiran positif saya seolah-olah dihempaskan angin kencang yang waktu itu mendadak berhembus. Dan percikan air yang dirasakan rushka semakin membesar, deras, dan sekitika itu lah kami sadar kalau itu adalah hujan. Duduk di atas berarti tidak ada penutup di depan kami. Terguncang-guncang, menerjang angin dan disiram air dari berbagai macam sisi. Belum lagi atap kapal yang hanya dari kain ternyata bocor sehingga tetesan-tetesan justru nambah-nambahin basah. Si babe bahkan sampe duduknya nyamping ngadep ke kiri karena gak tahan sama terpaan angin. Justru reaksi si babe ini yang menghibur saya dan Rushka. Udah ngadep samping, ngomel2 karena kebasahan n terombang-ambing kapal, sampe nanyak siapa yang ngusulin kita ke pulau macan n ngumpat2in si Susan dan Ade sang empunya ide. Hahaha!

Setelah sempat berhenti sebentar di pulau pari sambil menunggu hujan reda, kami pun melanjutkan perjalanan ke Pulau Macan. Perjalanan kedua ini jauh lebih lancar dibanding sebelumnya. Begitu sampai, kami pun langsung disambut dengan semua staff di Pulau Macan. Tidak hanya staff yang menyambut, tapi berbagai macam hidangan sarapan sudah tersedia di meja makan yang terletak di bangunan utama. Mulai dari roti, berbagai macam selai dan madu, pancake, mie goreng, sosis, bahkan teh jahe. Dimulai sudah servis bak raja semenjak kami menjejakan kaki ke bangunan utama dan menyerbu semua makanan yang tersaji. Nyaaamm!!

Setelah briefing singkat tentang rules di pulau, kami pun diantar masuk ke kamar masing-masing. Setelah itu?? maiin aiiiirr sampe puaass…Berhubung baru datang n ngiler sama jernihnya air laut, kami pun memutuskan untuk snorkling. Sebenarnya kita bebas milih, mau snorkling atau jalan kaki aja ke pulau seberang. Yap, jalan kaki. Saking dangkal dan dekatnya, kita bisa jalan ke pulau seberang yang juga dikelola sama pulau macan. Justru di pulau ini lah yang memiliki pantai yang bisa dipakai buat jejemuran.  Tapi di pantai ini memang tidak ada cottage atau tempat menginap. Khusus buat main-main bagi yang pengen nyari suasana yang lebih sepi dibanding pulau utama.

The Equipment Hut. Feel free take yoall the equipment here!

Saya yang tidak bisa berenang pun dengan sigap langsung mengambil life vest dan perlengkapan lainnya. Seperti yang sudah saya sebut tadi, semua tinggal ambiill..mulai dari snorkle, sepati katak, sampe sepatu yang bisa dipakai jalan di dalam air biar gak kena karang (apa sih namanya??) sudah tersedia di sana.  Saya pun sudah dengan seenaknya membooking si Mas Somil, salah satu instruktur snorkling di Pulau Macan.  Jadilah selama dua hari di pulau macan saya tiap snorkling pegangan sama si mas n pasrah aja ditarik-tarik kemana-mana. Hahaha! Snorkling hari pertama ini kami diajak ke sisi sebelah kanan pulau mengarah ke pulau yang kecil. Jujur saja, mungkin bagi yang sudah biasa snorkling n menjelajah dunia bawah laut akan menganggap snorkling di pulau macan tidak terlalu istimewa. Terumbu karangnya memang banyak banget dan terlihat masih terjaga. Tapi ikan-ikannya kurang beragam. Saya gak ngerti jenis ikan, tp yang ditemui memang itu-itu saja. Beberapa kali saya melihat class of fish yang terdiri dari ikan-ikan berwarna pelangi. Terus nemu nemo juga. Terus ikan yang super gepeng. Daaann…super buanyaak bulu babi. Well, pulau seribu memang sudah byk tercemar diesel tampaknya. Tapi seru juga sih berenang diantara terumbu karang yang masih rimbun. Airnya juga jernih dan seger, jadi bener-bener berasa masuk ke kolam renang aja.

Makan siang pun disajikan jam 12. Dengan kondisi masih basah kuyup tp kelaparan, kami pun menyerbu meja makan di main hut yang sudah dipenuhi berbagai macam makanan. Agak lupa apa aja, tp memang banyak sekali. ada cumi goreng, sosis, karedok, macam-macam deh. Kami pun makan di luar, di meja makan dekat dermaga sambil memandang laut. Wuidiihh…Dan selama makan pun, kami dilayani oleh para staff yang ramah-ramah. Mulai dari si ibu yang nyuruh nambah terus sampai ke bapak-bapak yang dengan sigap nganter2in minuman ke meja. Untuk yang mau minuman kalengan, bir atau liquor, harus beli lagi di bar deket dermaga situ. Harganya sudah pasti lebih mahal siih…tp liquornya termasuk murah ko. Seperti misalnya campuran baileys n triple shot, saya harus membayar 60ribu per gelas ukuran sedang.

You can eat your breakfast and lunch here!

Acara setelah makan siang adalah Island Hopping. Agak kurang dari ekspektasi sih. Yang saya pikir sebelumnya kan mengunjungi beberapa pulau, ternyata hanya mengunjungi pulau tongkeng yang ada di dekat sana. Setelah mengelilingi pantai yang sudah tidak terurus lagi, kami pun kembali snorkling.Tapi snorkling di pulau tongkeng kurang bagus rasanya waktu itu. Mungkin karena airnya pas lagi keruh. Kegiatan seru sewaktu di pulau tongkeng ini adalah makan bulu babi mentah! Ternyata rasanya enaak seperti makan sashimi. Memang sih amis, tp asin-asin bikin nagih. Bagi yang suka nyoba-nyoba, sok atuh kapan-kapan nyoba makan bulu babi.

Kami pun tidak lama di pulau tongkeng karena hari sudah semakin sore. Begitu sampai kembali di pulau macan, sepiring besar pisang goreng dan rujak sudah tersedia.  Saya, Ade, Ciko, Nurul, Stella, Sigit, Emir dan Nishii-san pun bermain volley, yang lagi-lagi net beserta bolanya disediakan cuma-cuma untuk para pengunjung. Bener-bener dimanjakan kaan?? Saking suasana dan atmoespherenya bener-bener bikin relax dan ramah, sesama turis pun jadi akrab. Salah satu pengunjung yang menyewa cottage yang bener-bener dipinggir pantai pun memperbolehkan kami duduk-duduk di dermaga cottagenya (yap, mereka pny cottage yang langsung memiliki akses ke laut) untuk menikmati sunset. Sayang waktu itu sedang mendung sehingga sunset pun ketutupan awan.

Namanya juga tinggal di private island, kegiatan utama tentu saja main air. Keesokan paginya kami pun main-main air lagi. Kali ini mas somil ngajak saya ke bagian kiri pulau dimana ikan-ikan makin beragam. Terumbu karang pun semakin banyak dengan jumlah bubu babi yang lebih sedikit. Puas Snorkling, saya pun mencoba kayak-ing ke pulau sebelah. Dibilang kayak juga bukan, karena yang dipakai sebagai kayak sebenernya adalah papan selancar. Berhubung saya dan Mas Somil yang naik kayak sampai duluan sementara yang lainnya masih berenang atau jalan, saya pun diajarin untuk berdiri di papan selancar. Berhubung ombaknya juga kecil, jadi ya belajar berdiri dulu lah..hahaha, lumayan kan!

One of the hut. Direct access to the sea!

Setelah puas main air..hmm, gak puas sih, jadi saya ralat. Setelah selesai main air, kami pun mulai berberes, mandi dan makan siang. Dimulai lah serangan post-holiday syndrome. Meskipun hanya 2 hari 1 malam saya tinggal di sana, tampaknya saat itu adalah post-holiday syndrome terberat dan tersusah move-on yang pernah saya alami. Tempat snorkling yang seru, staff-staff yang ramah, semua fasilitas yang bebas dinikmati, suasana yang homey banget, waaaa…suatu waktu saya harus balik lagi! (tapi bisa gak yah dibayarin lagi?? hahaha!)

Comments
  1. nadiafriza says:

    Bookmark dulu deh yo lokasi nya. Paling jauh baru nyampe Pulau Pari nih gue di kepulauan seribu.

    Tapi kalo lo pergi ke sana yg bayarin kantor, gak mungkin bisa backpacker-an ya ke sana? Rate nya melangit banget pasti. Hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s