The Drama called Applying Visa

Posted: March 22, 2013 in Lifestyle, Travelling and Culliner
Tags: , , , , , ,

Harus ngurus visa yah?? duuh..pasti ribet banget!

Mengurus visa memang sudah jadi momok paling malesin dan mungkin nakutin bagi tiap orang yang mau berpergian ke luar negeri.  Apalagi bagi yang sebelumnya sama sekali belum pernah mengurus visa.  Entah mengapa, rasanya tiap kalau mau mengurus visa persiapannya udah kaya ngalah-ngalahin persiapan SPMB (halah, bahasanya. Jadi keliatan umurnya berapa).  Mulai dari cari tau syarat apa aja yang harus dibawa, segala kerepotan nyiapain persyaratan, kekhawatiran ditanya macam-macam saat interview, bahkan sampai deg-degan nungguin passport kembali ke tangan beserta cap atau stiker visa.

Sampai saat ini saya sudah pernah mengurus visa aussie, US, schengen, KSA, UAE, dan korea selatan. Masing-masing proses punya drama tersendiri, kecuali KSA karena waktu itu diurus travel agen buat haji, atau aussie dan US karena waktu itu masih kecil dan ngintil orang tua. Well, yang bener-bener gwe inget dari pengurusan visa aussie dan US adalah, tiap hari gwe selalu diwanti-wanti sama keluarga, “kalau kamu ditanya, mau ngapain disana, jawab aja ‘I’m going to holiday’. Inget yaa!”. I think that was one of my first english sentence other than “hello, my name is Yoan”. Hahaha!

Drama yang paling tidak mungkin saya lupakan adalah UAE. Dua kali saya mengurus UAE. Yang pertama sudah pasti gagal dan yang kedua lolos saat injury time. Yang pertama, hanya gara-gara saya wanita dewasa (tsaaah), belum married dan tidak berangkat dengan orang tua. Padahal saya berangkat dengan Oma. Tidak peduli dengan segala bukti kalau saya adalah cucu kandungnya, pokoknya tolak! hiiiks..:( Tapi ditolak serta-merta itu mungkin gak terlalu bikin stress dibanding di-pending tanpa kejelasan, ditarik ulur, padahal jadwal keberangkatan sudah semakin dekat. Usaha kedua saya apply visa UAE benar-benar sampai menguras emosi. Kali ini, saya merasa PD karena berangkat dengan orang tua. Eeh, ternyata dipermasalahkan dengan alasan gak masuk akal : Di saat pulang, saya dan orang tua saya tidak kembali ke tempat yang sama. Saya kembali ke Indonesia, orang tua melanjutkan perjalanan ke Belanda. Argh! kenapa juga masih dipermasalahkan coba, padahal kami sudah berniat untuk meninggalkan negaranya, kan? Lucunya, begitu visa saya keluar, justru visa orang tua saya yang belum keluar. Lah, katanya kalau masuk harus barengan?? diiih! Untungnya visa ortu saya pun keluar, H-2 menjelang keberangkatan! Jyah…

Waktu saya mengurus visa Schengen, tidak ada drama super heboh seperti UAE. Kecuali saya yang harus keluar lagi karena salah ukuran foto dan mati bosan nunggu antrian gara gak bawa bacaan dan baru inget kalau semua gadget harus dititipin. Tapi rasanya, mengurus visa Korea Selatan adalah yang paling mudah, cepet, dan gak berasa. Bayangannya, antrian bakal panjang dan di dalam bisa berjam-jam nunggu. Jadilah waktu itu saya dan gerombolan datang pagi-pagi banget. Datang jam 9 pagi…jam 9.15 sudah beres!! Tinggal bawa dan masukin syarat-syarat yang diminta, gak ditanya apa-apa, diminta bayar 30 USD (dalam rupiah. Waktu itu saya bayar 294.000 tergantung kurs hari itu), dan voila! kita pun dikasih kuitansi tanda bukti pengambilan. Cukup menunggu 4-5 hari kerja, bisa deh diambil paspor dan visa kita. And what i mean by “masukin syarat-syarat yang diminta” is the only requirments they want. Only those. Gak perlu masukin itinerary pesawat atau bookingan hostel seperti yang biasanya dengan heboh dipersiapkan atau ditanyakan kalau mau apply visa negara lain. Karena ternyata segala macam dokumen kaya gitu disingkirkan. Padahal waktu itu saya sudah sempet lari ke mobil karena dokumen-dokumen itu ketinggalan di mobil. Bisa nih, dicek ke web-nya kedutaan korea buat ngeliat syarat-syarat visa yang dibutuhin di sini

Well, intinya sih buat nyaipin Visa gak perlu terlalu panik. Jangan terlalu percaya berbagai macam takhayul seperti kedutaan yang menolak nama-nama tertentu atau pun paspor yang masih kosong.  Siapin segala macam berkas-berkas yang diperlukan, siapin juga bukti-bukti yang menunjang kalau kita gak akan “ngerepotin” atau mencoba tinggal secara ilegal di negara mereka. Kalau gak mau repot, udah mulai banyak kok travel agen yang melayani pengajuan visa. Tapi tentu saja jadi mahal banget. Biaya Visa mungkin hanya 500 ribu, tapi biaya agen jadi 2 juta. Belum tentu lolos lagi..heaaah! Nikmati aja setiap prosesnya, bisa jadi pengalaman buat ngajuin visa kooo…Ayo, buktiin kalo pemegang paspor ijo Indonesia bisa mandiri dan keliling dunia😉

Comments
  1. rrriris says:

    guwe.. ngurus visa buat kerja.. diurusin.. *ga membantu*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s