Lika-liku Business Trip

Posted: November 29, 2013 in Lifestyle, Travelling and Culliner, Worklife
Tags: , ,

Mungkin saya termasuk dari beberapa orang yang (sangat) beruntung mendapatkan pekerjaan yang banyak membawa saya melakukan business trip ke luar negeri. Saya pernah sedikit menyinggung tentang traveling karena business trip di sini. Yah, seperti jawaban pada umumnya, “ada enak gak enaknya sih”, kalau seandainya saya ditanya enak atau tidak jalan-jalan bareng kantor. Sebenernya, lebih banyak yang memberi komentar, “Wuih, jalan-jalan terus yo!” atau “Enak banget hidup lo, Yo!”, dan sejenisnya. Seenak itu gak sih sebenernya business trip itu? Semua tergantung dari jenis business tripnya itu sendiri tentu saja!

Suasana line-up meeting. Udah cewek sendiri, yang lain bapak-bapak lagi...huhuu...

Suasana line-up meeting. Udah cewek sendiri, yang lain bapak-bapak lagi…huhuu…

Selama setahun lebih di tempat baru tempat saya bekerja sekarang, saya menyadari ada berbagai macam business trip. Ada yang meeting, ada yang datang ke pameran, ada juga yang pure jalan-jalan semata sebagai incentive ke customer/dealer. Yap, gak diragukan lagi, kalau kerja di dunia Marketing dan Sales, apalagi kita sebagai principle, sudah pasti ada incentive ke customer ataupun dealer. Nah, yang pure jalan-jalan ini lah yang super banget enaknya. Hal ini saya rasakan sewaktu mendapatkan kesempatan ke Jepang dan ke Paris bersama salah satu TV swasta sebagai customernya. Yang waktu ke Jepang, kami tetap melakukan berbagai macam visit. Sewaktu itu sih, kami visit ke kantor pusat, TBS TV japan dan NotTV japan. Yah, tapi tetep aja, namanya juga visit, ya jalan-jalan juga rasanya! Apalagi yang namanya visit itu sebenernya cuma sebagai “kedok” dari “visit” yang sebenarnya. Waktu itu, kami bersama rombongan sudah disiapkan bus lengkap dengan guide yang bisa berbahasa Indonesia, diantarkan ke tempat-tempat turis seperti Asakusa, belanja di Ginza, bahkan sempat mencicipi Shinkansen untuk perjalanan pulang dari lake Hakone ke Tokyo. Berhubung jalan sama bos-bosnya, tempat makan pun dipilih tentu yang berkualitas dan unik, seperti restoran Ninja di daerah Akasaka ataupun mencicipi 12 course menu di Jin Ya di Atsugi. Belum lagi nyobain unagi don ataupun cold soba tempura…dan semuanya tanpa mengeluarkan duit pribadi tentu saja! fufufu…

Berpose sebelum "menghilang" di BIRTV beijing dengan rombongan dari Metro TV

Berpose sebelum “menghilang” di BIRTV beijing dengan rombongan dari Metro TV

Sedangkan waktu ke Paris, sebenarnya tujuan utama adalah mengunjungi pameran IBC di Amsterdam. Nah, business trip dengan tujuan mendatangi pameran pun rasanya berbeda. Saya sudah mengunjungi tiga pameran broadcast besar selama ini, BCAsia di Singapore, BIR TV di Beijing dan IBC di Amsterda

m. Waktu di singapore, hampir tiap hari, kami harus ke pameran. Karena di BCAsia sangat dekat dengan indonesia, kemungkinan untuk bertemu customer dan kesempatan untuk menjelaskan produk ke customer jadi lebih besar

tanpa kita perlu mengundang customer tertentu. Awalnya memang harus dari pagi, standby dari jam buka pameran hingga sore menjelang tutup. Tapi makin hari akhirnya datang mendekati pukul 12 dan pulang gak sore-sore amat…antusias orang indonesia juga memang biasanya berkurang di hari-hari terakhir karena mereka lebih milih belanja. huahaha! Sedangkan waktu di BIR TV, kami hanya punya waktu 1 hari untuk berkeliling pameran. Berhubung waktu itu ada satu ibu-ibu yang ikut, dan beliau pure tidak ada PR dari bos besarnya untuk mencari sesuatu di pameran, beliau pun meminta saya untuk menemaninya…belanja titipan oleh-oleh! Yihaa..tentu saja dengan senang hati saya menyetujui! Beda halnya sewaktu saya mengunjungi IBC di Amsterdam. Ketiga bapak-bapak yang saya temani masing-masing punya PR dari bosnya untuk mencari-cari info dari pameran. Jadi deh, tiap hari saya ke pameran dan baru bisa jalan di hari terakhir (itu pun cuma punya waktu beberapa jam karena sorenya mengejar pesawat ke Paris). Tapi lumayan lah, bisa mencicipi Lucius, salah satu seafood restaurants yang lagi ngehits, bareng dengan customers.

Nah, kalau meeting lain lagi. Biasanya waktunya mepet. Meetingnya hari selasa, berarti rabu udah harus balik pulang. Nah, kalau yang kaya gini sih sering saya siasatin sendiri. Contoh kasus, meeting hari senin pagi di Hong Kong, berarti harus sampai dari hari minggunya. Berhubung perjalanan ke Hong Kong sekitar 4-5 jam, dan jadwal pesawat yang ada membuat kita sampai di Hong Kong minggu sore kalau kita berangkat paginya, kenapa tidak memilih pesawat sabtu malam sehingga bisa sampai minggu pagi? Toh, hotel juga sama-sama checkin di hari minggu. Nah, berhubung harus pulang sehari setelah meeting, pilih saja pesawat paling terakhir atau pesawat sore. Karena toh, sama-sama tidak masuk ke kantor karena pesawat paling pagi pun tidak akan ngejar untuk masuk kantor lagi. Nah, dengan kaya gitu, dapet deh waktu 1.5 hari untuk jalan-jalan sendiri! hehehe…tapi ya itu tadi, liat-liat juga jadwal pesawat lah yaa…kalau cuma bistrip ke singapur sih, agak gak enak juga ngambil pesawat sore..hehehe!

rombongan terbanyak dari seluruh business trip. 11 orang bo!

rombongan terbanyak dari seluruh business trip. 11 orang bo!

Keliatannya memang enak banget sih ya, jalan-jalan dibayarin perusahaan. Tapi tetep sih, akan beda rasanya dengan jalan-jalan sendiri. Kita gak akan sebebas kalau jalan-jalan sendiri. Walaupun ada jam bebas, harus menyesuaikan dengan keinginan si customersnya. Belum tentu kita bisa seenaknya jalan-jalan atau belanja sendiri, karena tujuan kita ke sana adalah mengantar customer. Belum tentu juga kita bisa mampir ke tempat-tempat yang authentic karena keterbatasan waktu, karena tetap akan ada disisipin jadwal kerja walaupun temanya jalan-jalan. Belum tentu juga uang pribadi akan utuh saat disana, karena mungkin saja kita ngebayarin makan untuk akhirnya baru di re-imburse di indonesia. Belum tentu juga kita bisa dapat foto-foto bagus, karena mungkin kita udah sibuk sendiri fotoin customers dan pas giliran kita, rombongan udah harus pergi. Yah, semua balik lagi bagaimana hubungan kita ke customernya. Tinggal pintar-pintar aja menjalin hubungan baik, jadi kita bisa kompakan sama customers biar apa yang diinginkan sama-sama terkabul.

Well, semuanya memang balik lagi gimana kita menyiasati agar bisa jalan-jalan pas bistrip. Kalau meeting, bisa dengan mengatur jadwal pesawat. Kalau sama rombongan, bisa juga kita kasi waktu bebas di hari terakhir, karena memang tiap orang pasti punya kebutuhan masing-masing. Kalau memang masih susah juga cari waktu jalan-jalan sendiri….hahaha! namanya juga business trip! Business always comes first then the trip itself!Nikmati saja..😉

Comments
  1. Parardya Satyasinggara says:

    Bagaimana pun juga, biztrip pasti seru!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s