Something Magical, Something Real

Posted: August 17, 2014 in Lifestyle, Travelling and Culliner
Tags: , , , , , , , , ,

Yang hobinya traveling, pasti sering mengalami tercengang-cengang melihat sesuatu. Entah itu suatu tempat, suatu gedung, ataupun kejadian tertentu. Entah itu buatan manusia ataupun ciptaan Tuhan yang disajikan melalui fenomena alam. Kalau saya sendiri, ada beberapa hal yang masih berbekas hingga sekarang, bagaimana saya terheran-herannya saat melihat suatu hal pada saat saya traveling.

That super great Great Wall, 2013.

That super great Great Wall, 2013.

Saya masih ingat komen saya dan teman-teman saya sewaktu kami mengunjungi Great Wall, China, Atau yang biasa disebut Tembok Besar China. “Ini pasti yang bikin alien. fix, gak masuk akal gimana manusia jaman dulu bisa bikin tembok setinggi dan sepanjang ini!”. Begitu lah kira-kira. Ya bener juga sih…untuk naiknya saja biar gak capek sampai disediakan kereta gantung karena letaknya di atas bukit. Bayangin, di atas perbukitan, ada bangunan setinggi sekitar 30 Kaki, dengan panjang sekitar 8000 KM. Dan pembangunan pertamanya pun dimulai dari tahun 772 SM dan dilanjutkan secara terus-menerus hingga ratusan tahun kemudian, hingga jaman Dinasti Han. Jaman dulu pun segalanya pasti manual kan?? Ratusan ribu orang pasti berkorban untuk membangun tembok ini.  Sewaktu saya mengunjungi great wall, guide saya pun menerangkan kalau di dasar tembok ini, banyak terdapat mayat-mayat rakyat jelata/tahanan perang yang dipaksa bekerja untuk membangun tembok tersebut. Pikiran yang terlintas oleh saya waktu itu..”woh, seru juga malam jumat di sini….”

360 degrees of the magnificent grand canyon

360 degrees of the magnificent grand canyon

Saya juga tidak berhenti-hentinya berdecak kagum saat mengunjungi Grand Canyon, USA. Kali ini dengan tema fenomena alam, otak saya tidak berhenti membayangkan bagaiman proses terjadinya ngarai-ngarai raksasa yang ada di hadapan saya waktu itu. Membayangkan proses tumbukan lempeng pasifik dan lempeng benua amerika utara yang membentuk pegunungan purba, lalu membayangkan air laut yang naik hingga menenggelamkan pegunungan tersebut dan membentuk ngarai yang dalamnya bisa mencapai 1600 M itu. Sepanjang mata memandang, kita hanya bisa melihat lereng-lereng berbatu dengan sungai colorado yang mengalir diantaranya. Baru kali ini saya berada di suatu tempat, pemandangan menakjubkan berada 360 derajat disekeliling saya. Berfoto menghadap kemana pun sama saja pastinya. Apalagi ketika menaiki salah satu titik tinggi di sana. Aiih, cakeeepp banget dah!

Tapi memang sih, kalau yang namanya alam selalu dengan mudah bikin orang nganga. Sesimple apapun, seperti yang saya alami ketika mampir sebentar di bukit Malimbu, lombok. Saya yang berdiri di bukit hijau penuh rerumputan dan pepohonan, terpaksa dibuat terdiam sambil mangap ngeliatin lautan biru dibawah sana. Birunya….biru bangeet!! Mata saya sampai seger berasa kena air gara-gara yang diliat dari ujung ke ujung warnanya biru laut. Saya dan teman-teman sampai minta diantarkan oleh supir untuk mampir sebentar besoknya ke Malimbu lagi sebelum mengantarkan ke airport. Lama-lama duduk di atas bukitnya, kayaknya bisa bikin segala galau hilang. Hahaha!

When blue and green being one, there's no more you can be feeling blue in here

When blue and green being one, there’s no more you can be feeling blue in here

Perjalanan religi biasanya sudah pasti mampu membuat orang berdecak kagum saat melihat langsung tempat bersejarah bagi umatnya. Kalau dalam kasus saya, sewaktu saya diajak beribadah haji oleh orang tua saya saat saya masih berumur 13 tahun. Saya masih ingat saya malas diajak manasik haji karena waktu itu saya tidak mau ikut orang tua saya untuk ke tanah suci. Tapi begitu melihat Ka’bah di hadapan saya langsung……tanpa sadar mata dan pipi saya basah oleh air mata. Too holy and too sacred, itu yang ada dalam benak saya waktu saya pertama kalinya melakukan tawaf. Dan yang selama ini saya hanya bisa terheran-heran bagaimana orang bisa bertahan berdesak-desakan bersama ribuan orang lainnya mengitari ka’bah, saat itu saya pun terheran-heran bagaimana lega dan lapang rasanya saya berada di hadapan Ka’bah bersama ribuan jemaah haji lainnya. Benar-benar Allah maha besar atas segala sesuatunya…

Tidak semua memang tempat yang bisa membuat kita berdecak kagum dan tercengang hingga menimbulkan kesan yang mendalam pada perjalanan kita. Bahkan sesuatu yang kita awalnya tidak bereskpektasi lebih, bisa sanggup membuat kita untuk datang berulang kali dan tetap duduk terdiam untuk menikmati keindahannya. Those are mine, what’s yours?

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s