Normal things you can find if you’re traveling in China

Posted: July 23, 2015 in Uncategorized
Tags: ,

Mungkin kebanyakan orang kalau ditanya apa yang dibayangkan jika jalan-jalan ke daratan Tiongkok akan menjawab, “Wah, susah bahasanya” atau “Katanya jorok ya?”. Yup, itu juga yang saya alami ketika sedang mempersiapkan perjalanan ke Tiongkok dengan suami bulan April 2015 lalu. Sebelumya saya memang sudah sempat mengunjungi Beijing dalam rangka business trip. Waktu itu aman-aman aja sih, tapi kan segala sesuatu yang sudah diatur dengan travel agent akan berasa aman-aman saja. Hahaha. Jadi lah saya dan suami mempersiapkan segala sesuatu mulai dari belajar sedikit-sedikit kosa kata Mandarin, berbagai makanan kaleng (biar makanan tetap bersih, halal, dan gak ribet mesen-mesen karena kendala Bahasa), segala macam alat sanitasi mulai dari tissue kering, tissue basah, hand sanitizer, tissue basah berbentuk sarung tangan yg bisa dipakai untuk mandi, dll, dsb. Ternyata, sudah dengan persiapan segitunya tetep aja saya dan suami menemukan hal-hal lucu yang tampaknya memang khas kita temukan saat traveling ke negeri Tiongkok.

  1. Fast moving super long queue

Walaupun kesannya semrawut, orang Tiongkok sudah terbiasa dengan antri. Yah, memang kadang sih ada yang nyerobot-nyerobot dengan cueknya, tapi tetap saja mayoritas orang Tiongkok tetap antri. Antriannya bisa panjaaaang sekali, apalagi kalau sedang masuk ke stasiun. Tapi anehnya, walaupun antriannya super panjang dan kita sudah mengira-ngira jangan akan memakan waktu hingga berjam-jam, eh, ternyata cepet banget tuh. Rata-rata antrian panjang hingga puluhan orang bisa dihabiskan hanya dengan 5-10 menit. Dan itu pun jalan terus, tanpa berhenti menunggu antrian. Tampaknya orang-orang Tiongkok gak Cuma gesit dalam bisnis, tapi gerakan mereka pun cepet banget. Padahal, itu make ada yang nyerobot-nyerobot loh!

  1. No water offered at the restaurant à that’s why people spitting everywhere

Ada cerita lucu tentang hal ini. Waktu itu saya dan suami mengunjungi Shanghai sebagai kota pertama yang kita singgahi. Saat itu kami pun memutuskan untuk mencari makan di dekat hotel sambil menunggu waktu check-in. Kebetulan, kami melihat persis di dekat hotel, ada halal restaurant. Yah, meskipun kami sebenarnya tidak terlalu memaksakan untuk makan di tempat yang berlogo halal, tapi begitu ada di depan mata, kenapa tidak?

Nah, ternyata tempat makannya menjual sejenis mie yang agak tebal dan kenyal. Berhubung kami susah memesan, jadi kami hanya memesan sesuai gambar. Saat itu, si abang pun bilang, “hm..ko gak ada gambar minuman ya? Ko kita gak ditawarin minuman ya?”. Saya yang malas ribet, hanya berkomentar, “ya sudah lah, toh kita bawa air putih, mungkin orangnya juga malas ribet nawarin sementara kita juga gak ngerti.” Akhirnya, datanglah pesanan kami lengkap dengan mangkuk kecil berisi kuah kaldu. Si Abang waktu itu memesan mie dengan bumbu tomat dan telur, yang dari bentukannya gak akan matching jika menggunakan kaldu itu. Tapi ya, daripada mie-nya gak terlalu berasa, ya sudah lah, kita tuang saja kaldu itu ke mie sedikit demi sedikit. Lumayan kok rasanya, tapi kok, lama-lama berasa lagi diliatin orang ya?

Malamnya, saya bertemu dengan Lala, teman saya yang sedang bekerja di Shanghai. Abang pun menceritakan pengalaman makan siang ke Lala, “ko di sini kalau kita gak mesan minum, orangnya gak nawarin ya? Atau mungkin tehnya gak langsung dihidangkan gitu…”. Dan Lala pun menjawab, “tadi makan mie ya? Dikasi kaldu gak? Itu minumannya…..”…….Jreeeng! Pantes aja orang Tiongkok suka buang ludah/tahak di tengah jalan. Lah ternyata mereka minumnya air kaldu gitu……dan pantas, kita tadi diliatin sama pegawai tempat makannya. Hahaha!

  1. Children with special pants

Untuk yang ini, saat kami melihat langsung anak-anak yang menggunakan special pants di Beijing, kami tidak langsung kaget bahkan cenderung excited karena sebelumnya sudah diceritakan oleh Lala. Yang dimaksudkan dengan special pants adalah celana anak-anak kecil berumur sekitar 1-3 tahun yang bagian selangkangnya sengaja digunting hingg bagian kemaluan dan (maaf) pantatnya terlihat kemana-mana. Kalau anaknya dipakaiin popok sih gak papa, tapi banyak loh yang saya temuin yang tanpa popok. Jadi kalau anaknya cowok, burungnya kemana-mana tuh. Hahaha! Kalau kata Lala, tujuannya itu kalau anaknya mau buang air, orang tuanya langsung aja ngangkat tu anak ke semak-semak. Bahkan ada yang katanya diangkat ke atasnya tempat sampah! Hastagaa…..

DSC08314

that “special” pants. Woops!

  1. No English, even at “tourist information”

Untuk masalah Bahasa, harusnya saya tidak perlu kaget. Sudah jadi rahasia umum kalau di Tiongkok memang susah menemukan orang yang bisa (dan mau!) berbahasa Inggris. Tapi kalau kita masuk ke suatu tempat yang didepannya terpampang tulisan “Tourist Information” yang berlokasi di The Bund, Shanghai, secara logika harusnya ada yang bisa berbahasa Inggris kan?? Lah ini, yang ada petugas di dalamnya cuma nunjuk-nunjuk ke satu brosur di rak, dimana itu satu-satunya brosur yang berbahasa Inggris di situ. Duuh…

Di Xi’an pun lebih parah. Setelah turun dari Xi’an city wall, saya dan abang bingung gimana caranya pulang ke hostel. Kami pun hanya ingin sekedar bertanya nomor bus yang bisa dipakai untuk kembali ke hostel. Saat kami masuk ke tourist information, hanya ada satu orang yang berjaga di sana. Kami pun langsung bertanya apakah dia bisa berbahasa Inggris, yang langsung dijawab tidak tanpa babibubebo. Terus pas kami Tanya apakah ada temannya yang bisa berbahasa Inggris, tetap dia jawab tidak. Hmm, sempet mikir, mungkin dia nggak ngerti apa yang kami maksud. Tapi apapun yang kami bilang, jawabnya selalu tidak. Hayah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s