Archive for the ‘Worklife’ Category

Mungkin saya termasuk dari beberapa orang yang (sangat) beruntung mendapatkan pekerjaan yang banyak membawa saya melakukan business trip ke luar negeri. Saya pernah sedikit menyinggung tentang traveling karena business trip di sini. Yah, seperti jawaban pada umumnya, “ada enak gak enaknya sih”, kalau seandainya saya ditanya enak atau tidak jalan-jalan bareng kantor. Sebenernya, lebih banyak yang memberi komentar, “Wuih, jalan-jalan terus yo!” atau “Enak banget hidup lo, Yo!”, dan sejenisnya. Seenak itu gak sih sebenernya business trip itu? Semua tergantung dari jenis business tripnya itu sendiri tentu saja!

Suasana line-up meeting. Udah cewek sendiri, yang lain bapak-bapak lagi...huhuu...

Suasana line-up meeting. Udah cewek sendiri, yang lain bapak-bapak lagi…huhuu…

Selama setahun lebih di tempat baru tempat saya bekerja sekarang, saya menyadari ada berbagai macam business trip. Ada yang meeting, ada yang datang ke pameran, ada juga yang pure jalan-jalan semata sebagai incentive ke customer/dealer. Yap, gak diragukan lagi, kalau kerja di dunia Marketing dan Sales, apalagi kita sebagai principle, sudah pasti ada incentive ke customer ataupun dealer. Nah, yang pure jalan-jalan ini lah yang super banget enaknya. Hal ini saya rasakan sewaktu mendapatkan kesempatan ke Jepang dan ke Paris bersama salah satu TV swasta sebagai customernya. Yang waktu ke Jepang, kami tetap melakukan berbagai macam visit. Sewaktu itu sih, kami visit ke kantor pusat, TBS TV japan dan NotTV japan. Yah, tapi tetep aja, namanya juga visit, ya jalan-jalan juga rasanya! Apalagi yang namanya visit itu sebenernya cuma sebagai “kedok” dari “visit” yang sebenarnya. Waktu itu, kami bersama rombongan sudah disiapkan bus lengkap dengan guide yang bisa berbahasa Indonesia, diantarkan ke tempat-tempat turis seperti Asakusa, belanja di Ginza, bahkan sempat mencicipi Shinkansen untuk perjalanan pulang dari lake Hakone ke Tokyo. Berhubung jalan sama bos-bosnya, tempat makan pun dipilih tentu yang berkualitas dan unik, seperti restoran Ninja di daerah Akasaka ataupun mencicipi 12 course menu di Jin Ya di Atsugi. Belum lagi nyobain unagi don ataupun cold soba tempura…dan semuanya tanpa mengeluarkan duit pribadi tentu saja! fufufu…

Berpose sebelum "menghilang" di BIRTV beijing dengan rombongan dari Metro TV

Berpose sebelum “menghilang” di BIRTV beijing dengan rombongan dari Metro TV

Sedangkan waktu ke Paris, sebenarnya tujuan utama adalah mengunjungi pameran IBC di Amsterdam. Nah, business trip dengan tujuan mendatangi pameran pun rasanya berbeda. Saya sudah mengunjungi tiga pameran broadcast besar selama ini, BCAsia di Singapore, BIR TV di Beijing dan IBC di Amsterda

m. Waktu di singapore, hampir tiap hari, kami harus ke pameran. Karena di BCAsia sangat dekat dengan indonesia, kemungkinan untuk bertemu customer dan kesempatan untuk menjelaskan produk ke customer jadi lebih besar

tanpa kita perlu mengundang customer tertentu. Awalnya memang harus dari pagi, standby dari jam buka pameran hingga sore menjelang tutup. Tapi makin hari akhirnya datang mendekati pukul 12 dan pulang gak sore-sore amat…antusias orang indonesia juga memang biasanya berkurang di hari-hari terakhir karena mereka lebih milih belanja. huahaha! Sedangkan waktu di BIR TV, kami hanya punya waktu 1 hari untuk berkeliling pameran. Berhubung waktu itu ada satu ibu-ibu yang ikut, dan beliau pure tidak ada PR dari bos besarnya untuk mencari sesuatu di pameran, beliau pun meminta saya untuk menemaninya…belanja titipan oleh-oleh! Yihaa..tentu saja dengan senang hati saya menyetujui! Beda halnya sewaktu saya mengunjungi IBC di Amsterdam. Ketiga bapak-bapak yang saya temani masing-masing punya PR dari bosnya untuk mencari-cari info dari pameran. Jadi deh, tiap hari saya ke pameran dan baru bisa jalan di hari terakhir (itu pun cuma punya waktu beberapa jam karena sorenya mengejar pesawat ke Paris). Tapi lumayan lah, bisa mencicipi Lucius, salah satu seafood restaurants yang lagi ngehits, bareng dengan customers.

Nah, kalau meeting lain lagi. Biasanya waktunya mepet. Meetingnya hari selasa, berarti rabu udah harus balik pulang. Nah, kalau yang kaya gini sih sering saya siasatin sendiri. Contoh kasus, meeting hari senin pagi di Hong Kong, berarti harus sampai dari hari minggunya. Berhubung perjalanan ke Hong Kong sekitar 4-5 jam, dan jadwal pesawat yang ada membuat kita sampai di Hong Kong minggu sore kalau kita berangkat paginya, kenapa tidak memilih pesawat sabtu malam sehingga bisa sampai minggu pagi? Toh, hotel juga sama-sama checkin di hari minggu. Nah, berhubung harus pulang sehari setelah meeting, pilih saja pesawat paling terakhir atau pesawat sore. Karena toh, sama-sama tidak masuk ke kantor karena pesawat paling pagi pun tidak akan ngejar untuk masuk kantor lagi. Nah, dengan kaya gitu, dapet deh waktu 1.5 hari untuk jalan-jalan sendiri! hehehe…tapi ya itu tadi, liat-liat juga jadwal pesawat lah yaa…kalau cuma bistrip ke singapur sih, agak gak enak juga ngambil pesawat sore..hehehe!

rombongan terbanyak dari seluruh business trip. 11 orang bo!

rombongan terbanyak dari seluruh business trip. 11 orang bo!

Keliatannya memang enak banget sih ya, jalan-jalan dibayarin perusahaan. Tapi tetep sih, akan beda rasanya dengan jalan-jalan sendiri. Kita gak akan sebebas kalau jalan-jalan sendiri. Walaupun ada jam bebas, harus menyesuaikan dengan keinginan si customersnya. Belum tentu kita bisa seenaknya jalan-jalan atau belanja sendiri, karena tujuan kita ke sana adalah mengantar customer. Belum tentu juga kita bisa mampir ke tempat-tempat yang authentic karena keterbatasan waktu, karena tetap akan ada disisipin jadwal kerja walaupun temanya jalan-jalan. Belum tentu juga uang pribadi akan utuh saat disana, karena mungkin saja kita ngebayarin makan untuk akhirnya baru di re-imburse di indonesia. Belum tentu juga kita bisa dapat foto-foto bagus, karena mungkin kita udah sibuk sendiri fotoin customers dan pas giliran kita, rombongan udah harus pergi. Yah, semua balik lagi bagaimana hubungan kita ke customernya. Tinggal pintar-pintar aja menjalin hubungan baik, jadi kita bisa kompakan sama customers biar apa yang diinginkan sama-sama terkabul.

Well, semuanya memang balik lagi gimana kita menyiasati agar bisa jalan-jalan pas bistrip. Kalau meeting, bisa dengan mengatur jadwal pesawat. Kalau sama rombongan, bisa juga kita kasi waktu bebas di hari terakhir, karena memang tiap orang pasti punya kebutuhan masing-masing. Kalau memang masih susah juga cari waktu jalan-jalan sendiri….hahaha! namanya juga business trip! Business always comes first then the trip itself!Nikmati saja.. 😉

Advertisements

Traveling kayaknya sudah menjadi hobi yang menjamur dan yang paling hip saat ini.  Gimana tidak, saat ini traveling sudah sangat terjangkau dan mudah untuk dilakukan.  Maskapai-maskapai domestik ataupun international berlomba-lomba memberikan harga termurah, dan orang-orang pun sudah mulai tidak peduli dengan pelayanan maskapai yang diperminim seiring dengan murahnya harga tiket. Yang penting, murah, aman dan tepat waktu.

Kalau dipikir-pikir dan dilihat-lihat lagi, traveling sekarang pun sudah banyak macamnya.  Ada yang backpacking, ada yang maunya bawa-bawa koper aja, ada yang suka jalan-jalan sendiri, ada yang suka ramai-ramai bersama teman atau keluarga, ikut tour, atau ya memang sudah bagian dari pekerjaan saja. Ada yang tipenya outdoor dan adventure, ada yang shopping, ada yang slow traveling, ada yang nyuri-nyuri kesempatan liburan jadi jadwalnya pun padat banget.   Syukurnya, saya sudah mencoba berbagai macam jenis traveling.  Jeleknya, bisa dibilang sekarang saya jadi bikin urutan mana yang paling saya suka dan agak milih-milih jenis traveling.  Nih yah, saya jadi pengen berbagi urutan jenis traveling dari yang paling saya suka dan yang tidak saya suka. Kategorinya : Traveling sendiri bersama 1-2 teman, traveling bener-bener sendirian, traveling bersama keluarga, traveling yang ikut tour, dan traveling karena bisnis trip.

(more…)

Hey! long time no see, eh? (talking to my blog interface)
and you, readers, long time no see, eh? (what exactly will they see, yoan, since you never update your blog regularly!)

Well, just want to share something i learned from my boss today with you..

Siang tadi, bos saya (let’s call him Mr. C) mengajak saya dan temen saya (let’s call her Dinda) untuk market visit.   Gak jauh-jauh dari kantor tapi cuma di LMSSC, Oke Shop, dan Electronic City.

Well, anyway, selama perjalanan dari kantor-electronic city dan electronic city-coffee shop, bisa dibilang kami tidak membicarakan pekerjaan sama sekali.  Hanya share2 pemikiran, pendapat, dan cerita-cerita ttg kehidupan sehari-hari.  Begitu kami duduk dan memesan minuman, bercerita lah dia tentang pengalaman kerjanya.

Dari yang dia ceritakan, ternyata Mr.C sudah merasakan bagaimana dunia marketing dari dasar-dasarnya.  Dari saat dia masih kroco (seperti saya sekarang ini), sampai akhirnya dia masuk LG untuk mendapatkan posisi marketing manager asia.  Dari obrolan-obrolan tadi, ada beberapa hal menarik yang bisa gwe petik :

There are 4 stages of bosses.  The best one is boss who is lazy but intelligent.  The second one, is the one who is both diligent and intelligent.  the third one is the boss who is both lazy and stupid, and the worst one is the one who is stupid but intelligent… Why is it the worst? because the keep intelligent in the stupid way.  That’s the worst thing that company will have

Nice eh? Mungkin target sekarang, jadi anak rajin biar pintar biar bisa malas-malasan.  Hahaha!

Ada sesuatu yang membuat saya agak merasa senang.  Jujur, saya termasuk mengagumi sosok Mr.C ini sejak awal saya bergabung di kantor. Bahkan ada pemikiran ekstrim kalau saya akan bertahan di perusahaan saya yang sekarang selama dia juga masih ditempatkan di Indonesia.  Dan mendengar segala macam cerita tentang pengalamannya, visinya untuk LG mobile indonesia, membuat saya semakin kagum dengan sosok Mr. C.  Dan tadi, dia menyebutkan alasan mengapa dia memilih saya dan Dinda sebagai tim yang bakal dia bentuk :

Reason why i picked you, guys, because you remind me about my self when i was at your age. Eager to learn something new in order to develop your own self.  Your my first step to reach our vision. Please, work hard together with me.

Ihiieey! mendadak semangat saya…:D