Posted: April 23, 2015 in Uncategorized

Tourisity kind of day : 24-hours series of Shanghai.
Saya dan suami cuma punya waktu tidak sampe 36 jam di kota besar, padat, dan modern ini. Jadilah Yuyuan bazaar & garden jadi pilihan utama selain the bund.
Kesimpulan:

1. Ramenya ampun-ampunan padahal bkn weekend

2. Bangunannya emang bangunan lama, tapi entah kenapa berasa bohongan lamanya. Mungkin krn keramean itu tadi.

3. Belajar minum and hirup teh di salah satu tea house tertua di shanghai. Sblm diminum teh harus dihirup lbh dulu dgn memegang teh dan tatakannya dgn kedua tangan. Setelah itu baru diminum dgn posisi tgn yg berbeda antara cewek n cowok. Yg cewek hrs ngetril, yg cowok anti ngetril. – with Salman

View on Path

Advertisements

Posted: March 12, 2015 in Uncategorized

The Royal Chocolate Biscuit Cake by Carolyn Robb’s The Royal Touch.

One of the favourite cake of Prince William. They said the queen always request this cake on the menu book for sunday tea time, everytime her grandson come to join the tea time.

Looove the cake so much! Not just a simple chocolate cake but it filled with pistachio, biscuits, cherries, and (kind of) nougat. Eat it will always full of surprise! Wish you were here, vel! – with Stella Ryani and Marvella at The Royal Touch

View on Path

This book teach us not only to raise up our expectation every time we go for traveling, but also to prepare and keep the spirit high if that expectation goes in opposite way. It teaches us how to value every culture and native country, to pack our curiosity every where we go, to cherish the nature and art.

My fav quotes :
“For me, my native country is the country I love, meaning the one that makes me dream, that makes me feel well.”

…..it teaches us also to always come home whenever you travel.

Surely, it is the holy book of all travelers.

Reading The Art of Travel by Alain de Botton

View on Path

Not as funny as i expected, but Amy serves some fresh and wise words that makes you stop, stare and start to think about your own life. Like this :

“Treat your career like a bad boyfriend.
Here’s the thing. Your career won’t take care of you. It won’t call you back or introduce you to its parents. Your career will openly flirt with other people while you are around. It will forget your birthday and wreck your car. Your career will blow you off if you call it too much. It’s never going to leave its wife. Your career is fucking other people and everyone knows but you.
Your career will never marry you.”

*stabbed*

You can also find some funny writings that you can expect from Amy, but unfortunately, you can’t find it in all of her chapters.

Oh, anyway, third book of reading bingo, best-selling book. Checked!

 

Saya yakin, seberapa seringnya kamu traveling, pasti ada beberapa jenis barang yang tidak boleh ketinggalan. Beberapa jenis barang yang kalau ketinggalan bisa langsung bikin panik atau malah bisa menurunkan semangat traveling. Ya mungkin gak se-lebay itu, tapi untuk saya sendiri, ada sih barang-barang yang kalau ketinggalan bisa bikin saya panik dan bete sampai bisa bikin mood drop di saat jalan-jalan.

HP (smart phone lebih tepatnya) + aplikasi-aplikasi berguna + aksesorisnya

Ini sih pasti semua orang merasakan hal yang sama dengan saya. Smartphone zaman sekarang sudah seperti Kompas, peta, dan kamera dalam satu paket. Selain kamera dan tentunya berbagai macam sosial media, aplikasi terpenting menurut saya yang harus ada di HP adalah peta. Apalagi yang offline. Walaupun memang tetap lebih enak dan mudah membaca peta yang sudah tercetak di kertas, tetap peta di HP pun menjadi andalan di saat terdesak. Belum lagi kalau kita bisa mengaktifkan jaringan internet selama di luar negeri, semua jadwal transportasi, cara menuju ke suatu tempat, sampai rekomendasi untuk mengunjungi suatu tempat pun bisa diakses dengan mudah sehingga kita tidak menghabiskan banyak waktu di jalan. Bahkan, disaat “terdesak” pun, kita bisa membagi internet dengan cara tathering ke teman (terdesak di sini sebenarnya lebih ke kebutuhan untuk update status dan upload foto ke sosial media sih..hahaha!). Well, tapi jangan lupa, biasanya smartphone yang dipakai terus-menerus pasti baterainya cepat bocor. Jangan lupa bawa power bank ya! Dan kalau pengen foto rame-rame tanpa ada 1 orang yang dikorbankan sebagai juru foto, jangan lupa bawa tongsis yaa! 😀

Aplikasi berguna untuk traveling :

Ulmon offline maps (Maps2go, bias di donlot sesuai dengan kota yang sedang kita kunjungi. Lengkap!)

Bookings.com – situs booking online untuk akomodasi. Enaknya, kita tinggal book2 aja tanpa perlu bayar terlebih dulu. No cancellation fee juga. Jadi cocok kalo mau ngurus visa tp perlu bukti booking hotel. Coba juga hostelworld.com untuk list hostel dan airbnb untuk list apartment

Aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan public transportation di tempat yang kamu kunjungi nanti. Penting banget untuk tau jadwal dan rutenya. Ada yang offline, tapi kalau yang online dia akan update kalau-kalau ada perubahan jadwal.

Camera (yang beneran, bukan yang dari henpon!)

Well, ini mungkin hanya saya pribadi, tapi motret make kamera itu lebih berasa motretnya sih daripada make HP. Mau itu tipe SLR atau pocket, jadi berasa lebih puas aja. Biasanya memang traveling gak jauh-jauh dari fotografi. Makanya kalau make kamera langsung untuk mengabadikan momen rasanya lebih puas karena tidak instan. Oya, jangan lupa juga bawa tambahan media untuk nyimpen hasil foto kita. Bisa dengan membawa tambahan memory card atau hard disc jadi foto-foto yang diambil di hari ini bisa dipindahkan ke dalam hard disc dulu biar besoknya memory card sudah kosong lagi.

Tapi memang sering bingung sih kalau udah mikir enaknya make kamera yang mana. Mau make SLR biar kualitas gambar jadi lebih bagus , tapi bawanya berat dan ribet. Belum lagi kalau harus bawa tambahan macam-macam lensanya. Tapi memang, kita jadi lebih mudah mengedit hasil jepretan karena ukuran file yang besar. Palingan kalau memang tidak mau lebih ribet, bisa membawa kamera poket sih. Tapi ya itu, pasrah sepenuhnya sama hasil jepretan automatis dari teknologi di dalam kameranya itu. Atauu..bisa juga membawa kamera yang prosumer atau bridge camera seperti Sony NEX series, Olympus SP series, dll, dsb. Pengoperasiannya mudah, tidak berat, dan bisa menghasilkan hasil yang mendekati SLR. Whatever your camera is, it’s still a must bring thing to capture every single journey you make!

Travel adapter + Colokan T

Nah ini penting buat ngecharge 2 gadget di atas. Kadang, saking semangatnya traveling, saya sering lupa untuk ngecek bentuk colokan di negara yang di kunjungin. Taunya, udah yang colokan 3 lah, 2 pipih lah, dll dsb. Nah kalau bawa ini kan, udah aman aja mau nyolok dimanapun bisa. Beli yang menyediakan semua jenis colokan dan kalo bisa yang ada colokan USBnya. Colokan T juga perlu! Itu loh, yang 1 colokan bisa buat 3 sekaligus. Kadang, di hostel itu hanya dikasi 1 colokan untuk 1 tempat tidur. Di hotel-hotel pun bisa saja terbatas. Atau memang dasar kitanya aja bawa gadget kebanyakan. Hahaha! Naah, colokan T ini tinggal kita colok di travel adapter, terus voila! Kita bisa ngecharge 3 gadget sekaligus deh. Udah deh, ngaku aja, hari gini sih minimal gadgetnya 1 HP (kadang 2 malah), 1 Tablet, dan 1 kamera. Belum lagi yang suka bawa laptop. Hahaha!

Fiber towel

Fiber towel itu adalah jenis handuk yang terbuat dari bahan kain fiber. Ini salah satu yang wajiiib banget saya bawa-bawa khususnya kalau bakal nginep di hostel atau ke pantai karena bahannya cepet kering! Dia juga tipis dan kalau basah gak berat. Jadi mudah dibawa kemana-mana juga. Cepet keringnya ini cepeeeet banget loh. Diangin-anginin dikit juga bener-bener kering kerontang. Enak kaan, gak perlu jemur2 kelamaan.

Fiber towel. Bisa dibeli online atau di toko-toko traveling seperti travelogue

Sunglasses

Kalau kata suami saya, ini obat ganteng. Hahahah! Iya sik, lagi selusuh apapun begitu make kacamata hitam pasti gak keliatan lusuhnya. Udah gitu, gak enak kaan kalau kita mau foto pas lagi agak terik terus hasilnya malah muka ngerengut2 gak jelas karena silau.

Kantong perut

Berguna banget buat bawa cash agak banyak. Jujur sih, saya termasuk orang yang suka bawa cash sedikit lebih dari pada rely on credit card. Karena biasanya credit card belum tentu bisa dipakai atau bahkan credit card kita gak diterima sama mesinnya mereka. Biasanya juga saya bawa cashnya selain mata uang lokal, saya juga bawa USD karena itu patokan yang paling sering diterima di money changer dan mungkin biayanya masih dihargai cukup tinggi

Botol Cebok

Khususnya buat cewek, botol ini rasanya datang dari surgaaa!! Tau kan, kalau hanya di Indonesia cebokan itu disediakan baik dalam bentuk selang atau pun gayung dan ember? Selama ini, hanya di jepang yang toiletnya lengkap dilengkapi bidet. Biasanya yang hanya disediakan tuh tissue dan kadang tissuenya dari daur ulang jadi rasanya kalau dipakai buat menyeka daerah sakral langsung mikir-mikir. Terima kasih kepada orang jepang yang kerjanya mikirin hal-hal kecil tp esensial sehingga saya menemukan botol dari surga, botol cebok! Botol ini terbuat dari plasti yang bisa di-squish agar mengeluarkan air (semacam botol kecap), tapi corongnya berbentuk melengkung sehingga bisa menembakkan air ke atas. Ya, memang untuk cebok! Hehehe…Eits, jangan salah, gak cuma cewek, cowok-cowok berpencernaan (terlalu) lancar sih pasti merasa tertolong dengan ini. Hihihi..

Botol cebok, Penyelamat dunia.

 

Itu sih rekomendasi dari saya. List ini bisa saja berbeda tiap-tiap orang karena kebutuhan orang kan beda-beda. Tapi bener deh, bagi saya, ini bener-bener list dasar yang kalau kelupaan dibawa paniknya bisa luar biasaaa…hahaha!

Posted: January 22, 2015 in Uncategorized

So, dili international airport.
1. Begitu sampai, sebelum masuk gedung bayar voa dulu. Buat jalan-jalan 30$, kerja dlm wkt lama 50$

2. Sebelum masuk gedung jg, lgs imigrasi. Petugas imigrasinya ramah2! Gak ada tuh yg cuek dingin mata kejam kaya di tempat2 lainnya

3. Conveyor belt supeeer ngebut! Orgnya sampe keseret nabrak2 org d sebelah klo telat ngambil. 😂😂

4. Begitu mau brgkt pun ringkes. Masuk periksa barang, 10 langkah ke kanan checkin. 20 langkah ke kiri belakang beli airport tax (10$. Damn!). 15 langkah ke tengah antri imigrasi.

5. Ruang tunggu cuma 1 gate. Berbaur lah semua penumpang dari macem2 maskapai. Mayan buat ningkatin keakraban (yakali) – at Presidente Nicolau Lobato International Airport (DIL)

View on Path

“Death exists, not as the opposite but as a part of life. Death was not the opposite of life. It was already here, within my being, it had always been here, and no struggle would permit me to forget that.”

Greatest quote found within this book. And, oh, it’s absolutely easy to fall in love with Toru Watanabe. Murakami never fails to build such strong character, eh?

A book that is more than 10 years old. Checked!

Reading Norwegian Wood by Haruki Murakami with Andru Putra, Tiwi, Fitri, Widya, Amirah Kaca, Edwina, and Ina

View on Path